News

NTB Berpotensi Alami Kemarau Selama Sembilan Bulan

Durasi kemarau cukup panjang, sehingga perlu diantisipasi bersama

Mataram (KABARIN) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim kemarau 2026 di Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal berlangsung lebih lama dari biasanya. Bahkan, durasinya diperkirakan bisa mencapai delapan hingga sembilan bulan.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG NTB, Nuga Putrantijo, mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini karena kemarau diprediksi berlangsung cukup panjang.

"Kami perkirakan durasi dominan berkisar antara 25 sampai 27 dasarian atau sekitar delapan hingga sembilan bulan. Durasi kemarau cukup panjang, sehingga perlu diantisipasi bersama," kata Nuga dalam konferensi pers di Mataram, Senin.

Menurut dia, sekitar 84 persen wilayah NTB diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.

Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Pada periode tersebut, hampir seluruh wilayah NTB akan merasakan kondisi kemarau dengan persentase sekitar 89 hingga 90 persen.

Nuga menjelaskan ada tiga faktor utama yang menyebabkan musim kemarau di NTB tahun depan berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih lama.

Faktor pertama berkaitan dengan fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang saat ini berada pada fase netral dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan 2026.

Kondisi tersebut dinilai dapat memperkuat potensi kemarau di wilayah NTB pada semester kedua tahun depan.

"Faktor pemicu kedua adalah muson Australia yang didominasi angin timuran yang membawa udara kering dari Australia. Kami prediksi muson aktif di wilayah Indonesia pada April 2026," papar dia.

Faktor ketiga berasal dari kondisi suhu muka laut yang turut mempengaruhi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, khususnya di NTB.

Nuga menjelaskan anomali suhu permukaan laut di sekitar wilayah Indonesia bagian barat dan selatan saat ini terpantau berada pada kondisi normal hingga lebih dingin. Kondisi tersebut dapat membatasi pertumbuhan awan hujan.

"Inilah tiga faktor utama yang menyebabkan NTB lebih kering dan durasi musim kemarau lebih panjang," pungkas dia.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: