Washington (KABARIN) - Komando Pusat Amerika Serikat melaporkan bahwa pada Selasa (10/3) mereka menyerang 16 kapal penyebar ranjau Iran di perairan dekat Selat Hormuz.
"Pasukan AS menghancurkan sejumlah kapal Angkatan Laut (AL) Iran pada 10 Maret, termasuk 16 kapal penyebar ranjau di dekat Selat Hormuz," tulis Komando Pusat AS dalam unggahan di platform X.
Dalam video yang dibagikan, terlihat amunisi menghantam sembilan kapal, sebagian besar tampak sedang berlabuh saat serangan berlangsung.
Belum ada kepastian apakah Iran telah menempatkan ranjau laut di area tersebut sejak serangan skala besar AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Menurut Komandan AL Korps Garda Revolusi Islam Iran, Alireza Tangsiri, Iran akan memakai rudal dan kapal selam untuk menghentikan pergerakan armada AS dan sekutunya yang melewati Selat Hormuz, sebagaimana ia tulis di X pada Selasa (10/3).
Unggahan Tangsiri juga membantah klaim AS sebelumnya yang menyatakan AL mereka mengawal kapal tanker minyak di jalur perairan strategis itu.
Gangguan lalu lintas maritim di Selat Hormuz belakangan ini memunculkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada pasar energi, transportasi laut, dan rantai pasokan global, menurut laporan Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) pada Selasa.
UNCTAD menekankan bahwa eskalasi militer di kawasan tersebut mengganggu arus pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting yang mengangkut sekitar seperempat perdagangan minyak global lewat laut, termasuk gas alam cair dan pupuk.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026