Moskow (KABARIN) - Pemerintah Denmark mengimbau warganya untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi jika tidak benar-benar diperlukan. Imbauan ini muncul di tengah kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah.
Menteri Iklim, Energi, dan Utilitas Denmark Lars Aagaard mengatakan langkah sederhana seperti mengurangi aktivitas berkendara bisa membantu menghemat energi sekaligus menjaga cadangan nasional.
"Jika ada konsumsi energi yang bisa Anda kurangi, jika tidak ada kebutuhan mendesak untuk berkendara, maka jangan berkendara," kata Aagaard seperti dikutip stasiun televisi DR.
Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya berdampak pada ketahanan energi negara, tetapi juga bisa membantu masyarakat menghemat pengeluaran rumah tangga.
Lonjakan harga energi saat ini dipicu oleh gangguan besar pada jalur pengiriman minyak global setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran semakin memanas.
Sejak serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, jalur pengiriman kargo melalui Selat Hormuz dilaporkan hampir terhenti. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Iran dan menimbulkan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta pangkalan militer milik Amerika Serikat di berbagai kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia, terutama karena Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global.
Selat sempit yang berada di kawasan Teluk Persia itu menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional.
Secara global, sekitar 20 persen perdagangan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair dunia melewati jalur tersebut. Gangguan pada jalur ini otomatis berdampak langsung pada pasokan energi global dan memicu kenaikan harga minyak di pasar dunia.
Karena itu, pemerintah Denmark mulai mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam menghemat energi, termasuk dengan mengurangi perjalanan yang tidak terlalu penting. Langkah tersebut diharapkan bisa membantu menjaga stabilitas energi sekaligus mengurangi dampak ekonomi dari krisis yang sedang berlangsung.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026