Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menilai ada sebagian pengamat yang bersikap sempit karena lebih suka melihat pemerintah tidak berhasil dan malah memunculkan kecemasan di masyarakat.
Prabowo menekankan bahwa perbedaan pendapat itu wajar dalam demokrasi, tapi kritik seharusnya tidak sampai melemahkan negara.
"Pengamat-pengamat ada beberapa macam menurut saya, ada pengamat yang memang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, mereka itu ya, menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik," ujar Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan persaingan politik itu normal, misalnya dalam pilkada, pemilihan legislatif, maupun pemilihan presiden yang rutin digelar setiap lima tahun. Namun setelah itu semua pihak seharusnya bersatu untuk memperkuat negara.
"Pengamat-pengamat menurut saya, ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Saya juga tidak mengerti pemikirannya seperti apa, karena kita satu negara, ini kan satu kapal kalau kapalnya oleng, mereka juga oleng," tambahnya.
Prabowo menegaskan pemerintah memiliki berbagai data dan intelijen untuk memantau pihak-pihak yang mencoba mempengaruhi opini publik. Pemerintah juga siap menertibkan praktik yang merugikan negara, termasuk kasus korupsi.
Meski ada tantangan global dan kemungkinan kondisi ekonomi sulit, Presiden optimistis Indonesia tetap punya kekuatan besar untuk menghadapi krisis.
"Kita menghadapi tantangan, kita siap skenario-skenario yang paling buruk. Tapi kita punya kekuatan, negara kita punya kekuatan yang besar tinggal kita mengelolanya sebagaimana pernah kita atasi krisis-krisis yang besar. Saya yakin kita akan tambah kuat," ujar Prabowo.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026