Jakarta (KABARIN) - Memasuki arus mudik Lebaran 2026, fasilitas penginapan murah di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, laris diminati para penumpang bus yang akan mudik ke kampung halaman mereka masing-masing.
"Alhamdulillah, ramai yang menginap di fasilitas penginapan di Terminal Terpadu Pulo Gebang menjelang Lebaran tahun ini," kata Kepala Terminal Terpadu Pulo Gebang Christianto di Jakarta, Selasa.
Penginapan transit dengan tarif terjangkau itu menjadi solusi bagi pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat sementara sebelum melanjutkan perjalanan.
Dia mengungkapkan tingkat hunian penginapan tersebut cukup tinggi. Dari total 25 kamar yang tersedia, sebanyak 20 kamar telah terisi oleh penumpang.
"Tersisa lima kamar yang masih kosong, karena 20 kamar sudah terisi semua oleh pemudik," ujar Christianto.
Selain itu, dia menjelaskan penginapan tersebut diperuntukkan khusus bagi penumpang yang telah memiliki tiket bus.
Fasilitas itu juga memisahkan kamar antara penumpang laki-laki dan perempuan demi menjaga kenyamanan dan keamanan.
Menurut Christianto, sebagian besar penumpang memanfaatkan penginapan tersebut karena harus transit dan menunggu jadwal keberangkatan lanjutan yang masih lama.
Ada pula penumpang yang tiba di terminal pada malam hari dan memilih beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.
"Biasanya, yang menginap itu karena transit, menunggu bus berikutnya, atau datang tengah malam, lalu menunggu pagi untuk melanjutkan perjalanan," jelas Christianto.
Penginapan itu dapat disewa dengan tarif Rp15.000 per malam, dengan tambahan biaya Rp5.000 untuk penggunaan kamar mandi. Meski sederhana, fasilitas tersebut dinilai cukup memadai sebagai tempat singgah sementara.
Penginapan itu berada di lantai tiga gedung istirahat sopir, tidak jauh dari area kedatangan penumpang.
Di sekitar lokasi, petugas dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga disiagakan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna fasilitas tersebut.
Untuk fasilitas kamar, tersedia kasur matras tanpa bantal di kamar laki-laki, sementara kamar perempuan dilengkapi dipan dan bantal.
Selain itu, setiap kamar juga memiliki stop kontak listrik yang dapat digunakan untuk mengisi daya ponsel maupun perangkat elektronik lainnya.
Christianto menambahkan penginapan itu sebenarnya sudah tersedia sejak lama dan tidak hanya beroperasi saat musim mudik Lebaran.
Namun, saat periode mudik, tingkat hunian cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penumpang di Terminal Pulo Gebang.
Dengan tarif yang terjangkau dan lokasi strategis di dalam terminal, dia pun berharap penginapan transit itu dapat membantu pemudik melakukan perjalanan dengan lebih nyaman, terutama bagi mereka yang harus menunggu lama atau melanjutkan perjalanan pada waktu berbeda.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengungkapkan pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026 dari sejumlah terminal di ibu kota berjalan lancar, hingga diprediksi puncaknya terjadi pada 18 Maret 2026.
"Untuk kebijakan mudik dan pelaksanaan mudik di Jakarta, Alhamdulillah, dari empat terminal utama dan tiga terminal tambahan yang kami monitor masih berjalan lancar, terutama di terminal tipe A, yaitu Terminal Terpadu Pulo Gebang," kata Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Ujang Hermawan di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa.
Dia memastikan pihaknya terus memantau perkembangan arus mudik di empat terminal utama dan tiga terminal tambahan yang melayani keberangkatan pemudik.
Menurut dia, salah satu titik pemantauan utama berada di Terminal Terpadu Pulo Gebang yang merupakan terminal tipe A dan menjadi salah satu pusat keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) terbesar di Jakarta.
Ujang menjelaskan berdasarkan data pemantauan terakhir, lonjakan penumpang sempat terjadi pada Jumat (13/3). Pada hari itu, tercatat lebih dari 4.000 penumpang berangkat dengan menggunakan sekitar 800 bus dari terminal tersebut.
Dishub DKI juga menyiagakan berbagai unsur petugas untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan pemudik.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026