Istanbul (KABARIN) - Rencana pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran bakal digelar akhir pekan ini di Islamabad, Pakistan. Informasi ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi.
Dalam wawancara dengan media Italia Corriere della Sera, Grossi mengungkapkan bahwa pembicaraan kali ini tidak hanya fokus pada isu nuklir, tetapi juga melebar ke berbagai topik penting lainnya.
"Kali ini, pembicaraan juga akan mencakup soal rudal, milisi yang terkait dengan Republik Islam, dan jaminan keamanan bagi Iran," kata Grossi.
Ia menjelaskan bahwa ada peluang munculnya kesepakatan sementara dari pertemuan tersebut. Solusi yang dibahas tidak selalu mengarah pada langkah militer, tetapi lebih ke pendekatan diplomasi yang fleksibel.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penghentian sementara pengayaan uranium oleh Iran karena situasi politik dan keamanan yang belum stabil. Selain itu, isu tersebut juga direncanakan untuk dikaji ulang dalam jangka waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Upaya dialog ini muncul di tengah konflik yang masih memanas. Serangan gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah berlangsung sejak akhir Februari dan menimbulkan banyak korban jiwa serta kerusakan.
Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara militer, tetapi juga memicu gangguan pada infrastruktur, pasar global, hingga sektor penerbangan.
Pertemuan di Islamabad diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026