IHSG Anjlok 2,86 Persen, Sektor Tambang Jadi Penekan Utama

waktu baca 2 menit

Ini sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang terkoreksi

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat, turun 204,9 poin atau 2,86 persen ke level 6.969,40.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebutkan koreksi IHSG dipengaruhi oleh tekanan eksternal yang datang dari pelemahan bursa global serta sentimen geopolitik, terutama terkait perundingan Amerika Serikat dan Iran yang belum menemukan titik temu.

“Ini sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang terkoreksi, di mana hal ini disebabkan oleh perundingan AS dan Iran yang belum menemukan jalan tengahnya, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga kembali melemah,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Selain faktor global, tekanan juga datang dari dalam negeri, khususnya pada sektor pertambangan dan komoditas. Pasar merespons negatif usulan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait kenaikan tarif royalti mineral dan batu bara (minerba).

Dalam usulan tersebut, skema royalti sejumlah komoditas seperti tembaga, emas, perak, timah, dan nikel diubah menjadi lebih progresif dengan kecenderungan peningkatan tarif pada beberapa rentang harga.

Sentimen ini berdampak signifikan pada sektor terkait. Sektor bahan baku (IDXBASIC) tercatat turun 7,80 persen, sektor energi (IDXENERGY) melemah 4,59 persen, dan sektor transportasi (IDXTRANS) terkoreksi 5,72 persen.

Secara keseluruhan, pasar mencatat 138 saham menguat, 607 saham melemah, dan 214 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI berada di level Rp12.405 triliun.

Sementara itu, aktivitas perdagangan cukup tinggi dengan 54,39 miliar saham diperdagangkan melalui 2,8 juta transaksi, dengan total nilai transaksi mencapai Rp36,07 triliun.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka