Tokyo (KABARIN) - Jepang dan Uni Eropa sepakat memperkuat kerja sama untuk mendorong meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Kesepakatan itu muncul dalam pertemuan para menteri luar negeri negara anggota G7 yang digelar di Prancis.
Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas yang bertemu di kawasan dekat Paris. Diskusi ini juga menjadi bagian dari forum dua hari negara-negara G7.
Dalam dialog strategis yang kembali digelar setelah terakhir berlangsung pada 2025, kedua pihak menyoroti kondisi global yang makin tidak stabil. Mereka sepakat situasi keamanan dunia saat ini semakin rumit dan butuh kolaborasi lebih erat.
Motegi menegaskan bahwa hubungan Jepang dan Uni Eropa selama ini sudah kuat dari sisi ekonomi dan perdagangan. Ia ingin kerja sama itu diperluas ke bidang politik dan keamanan agar lebih solid menghadapi tantangan global.
Sementara itu, Kallas menilai dunia sedang berada dalam fase persaingan kekuatan yang makin tajam. Menurutnya, kerja sama antarnegara jadi kunci untuk menjaga stabilitas di tengah situasi seperti ini.
Selain bertemu dengan Uni Eropa, Motegi juga melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejabat dari negara lain. Dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, keduanya sama-sama mendorong Iran untuk menghentikan langkah yang dinilai bisa memperkeruh situasi kawasan.
Mereka juga sepakat memperkuat kerja sama di sektor pertahanan dan keamanan ekonomi, apalagi menjelang kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Jepang dalam waktu dekat.
Di kesempatan lain, Motegi bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper. Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama di bidang keamanan.
Saat ini Jepang, Inggris, dan Italia juga tengah mengembangkan proyek pesawat tempur generasi terbaru sebagai bagian dari kolaborasi pertahanan jangka panjang.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026