Rusia Sebut Hubungan dengan Jepang Kini Kembali ke “Zaman Es”

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Rusia menyebut hubungan diplomatik dengan Jepang saat ini berada di titik terburuk sejak era pascaperang. Bahkan, Duta Besar Rusia untuk Jepang Nikolai Nozdrev menyebut kondisi hubungan kedua negara seperti kembali ke “zaman es”.

Pernyataan itu disampaikan Nozdrev dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti, pada Senin (11/5).

"Kita sedang menyaksikan kemerosotan yang belum pernah terjadi di sepanjang era pascaperang, jika saya boleh menyebutnya demikian, sebuah 'zaman es' yang mendalam dalam hubungan bilateral," ungkapnya.

Menurut Nozdrev, hubungan positif yang selama puluhan tahun dibangun antara Rusia dan Jepang kini hampir sepenuhnya runtuh.

Ia menilai hal itu terjadi setelah Tokyo bergabung dengan negara-negara Barat yang mengambil sikap anti-Rusia di tengah perang Ukraina.

Landasan positif yang telah dibentuk selama beberapa dekade terakhir "hampir sepenuhnya dihancurkan" oleh Tokyo saat bergabung dengan "barisan anti-Rusia dari pihak Barat secara kolektif dalam konteks krisis Ukraina," tuturnya.

Dalam pernyataannya, Nozdrev juga membeberkan sejumlah syarat agar hubungan kedua negara bisa kembali membaik.

Salah satunya adalah Jepang diminta menghentikan kebijakan yang dianggap bermusuhan terhadap Rusia, termasuk menghentikan langkah-langkah yang disebut mengarah pada remiliterisasi.

Diketahui, hubungan Rusia dan Jepang memang semakin memanas sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Jepang ikut menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi kepada Rusia bersama negara-negara Barat lainnya.

Situasi tersebut membuat komunikasi dan kerja sama antara kedua negara terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka