Jakarta (KABARIN) - Indonesia menekankan bahwa kebebasan navigasi di Selat Hormuz perlu tetap dijamin, terutama di tengah munculnya harapan pemulihan aktivitas pelayaran setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
“Pada prinsipnya, kami meminta agar kebebasan navigasi dihormati dan sesuai dengan hukum internasional,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi wacana dari pihak yang terlibat konflik di kawasan Teluk Persia mengenai kemungkinan penerapan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Nabyl menjelaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran membuka peluang membaiknya aktivitas pelayaran yang sebelumnya terganggu akibat ketegangan di kawasan tersebut.
Ia juga menilai perkembangan ini dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi stabilitas kawasan Teluk serta perdagangan global.
“Dengan adanya perkembangan ini, kami berharap supaya bisa berkembang menjadi resolusi konflik yang lebih permanen dan berdampak baik bagi kepentingan kita, baik dalam hal kebebasan navigasi maupun untuk ke depannya,” kata Nabyl.
Sebelumnya, gagasan pengenaan biaya bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz sempat mencuat dari Iran maupun Amerika Serikat saat ketegangan di antara keduanya masih berlangsung.
Pada akhir Maret, Alaeddin Boroujerdi, anggota komisi keamanan nasional dan politik luar negeri di Parlemen Iran, menyebut adanya rencana pengaturan baru terkait pelayaran di Selat Hormuz.
Dalam rencana tersebut, Iran disebut akan tetap menjamin keamanan pelayaran, namun dengan penerapan biaya transit. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kapal yang dapat melintas tanpa izin dari Iran.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Senin (6/4) menyatakan bahwa lebih baik Amerika Serikat yang memungut biaya atas kapal yang melintas di Selat Hormuz dibandingkan Iran.
“Bagaimana kalau kita saja yang memungut biaya lintasnya? ... Saya pikir kita saja yang melakukannya daripada mereka,” kata Trump menanggapi pertanyaan wartawan terkait kemungkinan Iran mengenakan tarif bagi kapal yang melintas di jalur tersebut.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026