Washington (KABARIN) - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan negaranya siap membuka dialog dengan Amerika Serikat tanpa syarat perubahan sistem politik.
"Kami tertarik untuk berdialog dan membahas topik apa pun tanpa syarat, tanpa menuntut perubahan sistem politik kami, sebagaimana kami juga tidak menuntut perubahan sistem Amerika," kata Diaz-Canel dalam wawancara dengan NBC, Kamis (9/4).
Ia menambahkan, kedua negara dapat memfokuskan pembahasan pada isu-isu yang menjadi kepentingan bersama sekaligus meningkatkan saling pengertian.
Namun, Diaz-Canel juga menuding AS masih mempertahankan sikap permusuhan terhadap Kuba. Ia bahkan menilai Washington tidak memiliki otoritas moral untuk mengkritik kondisi di negaranya.
Menurutnya, berbagai kebijakan AS selama ini turut berkontribusi terhadap kondisi yang dihadapi Kuba saat ini.
Sebelumnya, Diaz-Canel juga menyebut peluang dialog dengan AS masih terbuka dan menilai tidak ada alasan bagi AS untuk melakukan agresi militer terhadap Kuba.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada 29 Januari menandatangani perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.
Trump juga menetapkan status darurat dengan alasan adanya ancaman terhadap keamanan nasional AS yang berasal dari Kuba.
Pemerintah Kuba menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk blokade energi yang bertujuan menekan ekonomi nasional dan memperburuk kondisi kehidupan masyarakat.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026