News

Ini Syarat dari Hizbullah untuk Akhiri Konflik dengan Israel

Beirut (KABARIN) - Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, Senin (13/4), mengungkapkan syarat-syarat utama dari pihaknya untuk dapat mengakhiri konflik dengan Israel.

"Syarat-syaratnya, yaitu penghentian penuh agresi, penarikan segera pasukan, pembebasan tahanan, pengembalian para pengungsi, dan rekonstruksi," kata Qassem melalui siaran video.

Qassem mengatakan Hizbullah akan terus berperang melawan Israel jika pasukan itu terus menyerang Lebanon dan menduduki wilayahnya. Dia pun menyebut konflik yang terjadi merupakan "agresi Amerika Serikat dan Israel" terhadap Lebanon.

"Pihak perlawanan telah memulihkan dirinya secara diam-diam dan sistematis dan ketika kami mendapat peluangnya, kami akan menangkap tentara musuh," kata pimpinan Hizbullah itu.

Selama 15 bulan terakhir, Israel tak kunjung mematuhi gencatan senjata yang telah disepakati pada 17 November 2024 lalu, kata Qassem. Dia juga menambahkan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri perang adalah dengan mematuhi gencatan tersebut.

Qassem menegaskan penolakan Hizbullah untuk berdialog dengan "entitas penjajah" serta mengecamnya sebagai langkah yang "tak bermakna".

Dia pun mendesak Pemerintah Lebanon untuk mencabut larangan aktivitas militer Hizbullah, karena kelompok perlawanan dan militer tidak dapat berada dalam keadaan konflik.

Pada Selasa ini, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Hamadeh-Moawad akan bertemu di Washington untuk membahas potensi kesepakatan damai.

Dialog tersebut diinisiasi pihak Lebanon melalui mediator internasional. Menjelang berlangsungnya negosiasi, unjuk rasa pro-Hizbullah dilaporkan berlangsung di Ibu Kota Beirut, Lebanon.

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: