Moskow (KABARIN) - Pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, soal Paus Leo XIV menuai kritik tajam dari pemerintah Prancis. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, secara tegas menyebut pernyataan Trump tidak bisa diterima.
Dalam wawancara dengan Radio J pada Ahad (19/4), Barrot mempertanyakan sikap Trump yang dinilai tidak sejalan dengan peran seorang pemimpin dunia.
"Saya tidak paham [pernyataan-pernyataan ini] dan tidak menganggapnya dapat diterima, karena misi Paus adalah menyerukan perdamaian dan persaudaraan di mana pun dan di segala situasi," kata Barrot.
Ketegangan ini bermula dari kritik Paus terhadap kebijakan AS, khususnya terkait situasi di Iran. Paus Leo XIV beberapa kali menyoroti tindakan AS yang dianggapnya mengancam rakyat Iran dan menilai hal tersebut tidak bisa dibenarkan.
Respons Trump pun cukup keras. Ia melontarkan kritik balik kepada Paus, bahkan menyebut dirinya tidak membutuhkan seorang Paus yang menentang kebijakan pemerintahannya.
Tak berhenti di situ, Trump juga membuat pernyataan kontroversial dengan mengklaim bahwa Paus Leo XIV tidak akan berada di Vatikan jika dirinya tidak menjabat di Gedung Putih.
Di tengah polemik ini, Paus Leo XIV memilih untuk tidak memperpanjang konflik secara terbuka. Ia menegaskan tidak akan terlibat dalam perselisihan publik dengan presiden AS, namun tetap akan bersuara lantang dalam menentang perang.
Situasi ini menunjukkan ketegangan yang tidak biasa antara pemimpin politik dan tokoh agama global, sekaligus menyoroti perbedaan pandangan terkait isu konflik internasional yang hingga kini masih terus berlangsung.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026