Jakarta (KABARIN) - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tercatat mengalami enam kali erupsi sejak Selasa (21/4) malam hingga Rabu siang, berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, letusan tersebut menghasilkan kolom abu dengan ketinggian bervariasi antara 300 meter hingga 1.200 meter di atas puncak.
Erupsi terbaru terjadi pada pukul 13.53 Wita dengan kolom abu mencapai sekitar 1.200 meter. "Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat," kata dia.
Data Badan Geologi mencatat aktivitas erupsi dimulai pada Selasa (21/4) pukul 23.43 Wita, lalu berlanjut pada Rabu pukul 03.30 Wita, 05.13 Wita, 08.12 Wita, 10.41 Wita, hingga puncaknya pada pukul 13.53 Wita.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berstatus Level II (Waspada). Badan Geologi merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
"Masyarakat yang terdampak hujan abu diharapkan memakai masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," tuturnya.
Badan Geologi juga meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung untuk memperoleh informasi terbaru terkait aktivitas gunung tersebut.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026