News

Menkeu: Pernyataan Presiden soal Dolar Hanya untuk Menghibur Warga

Untuk menghibur rakyat aja waktu itu. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, enggak apa-apa ngomong begitu

Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait warga desa yang tidak menggunakan dolar AS dimaksudkan untuk menghibur masyarakat di pedesaan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

“Untuk menghibur rakyat aja waktu itu. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, enggak apa-apa ngomong begitu,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu salah memahami pernyataan tersebut, karena Presiden Prabowo dinilainya memahami kondisi ekonomi nasional, termasuk saat rupiah menembus level Rp17.600 per dolar AS.

Menurut Purbaya, penjelasan teknis mengenai kondisi ekonomi makro seperti inflasi impor (imported inflation) memang sulit dipahami oleh masyarakat di tingkat akar rumput jika disampaikan secara langsung.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap tenang karena fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia masih dalam keadaan baik.

“Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus,” ujarnya.

Purbaya juga menyampaikan bahwa pemerintah akan segera memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menurutnya tetap berada dalam kondisi terkendali meski ada persepsi negatif dari sebagian pihak.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga mendorong peran sektor swasta dalam pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,6 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari konsumsi masyarakat, disusul investasi dan belanja pemerintah.

“Jadi yang men-drive dan memberi kontribusi penyumbang terbesar ke pertumbuhan adalah belanja masyarakat, daya belinya masih cukup bagus,” kata Menkeu.

Purbaya menilai capaian tersebut merupakan hasil kebijakan yang telah berjalan sejak sebelumnya, yang dinilai tetap efektif meski di tengah tekanan ekonomi global.

Pewarta: Aditya Ramadhan, Maria Cicilia Galuh
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: