Jepang Waspadai Ancaman Serangan Siber Berbasis AI

waktu baca 1 menit

Tokyo (KABARIN) - Pemerintah Jepang akan menerbitkan peringatan kepada operator infrastruktur penting yang berpotensi menjadi sasaran serangan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut.

Peringatan tersebut muncul dalam rangkaian langkah penanggulangan yang dirumuskan pemerintah pada Senin.

Langkah ini diambil karena model AI terbaru yang dikembangkan perusahaan rintisan Amerika Serikat, Anthropic, yakni Claude Mythos, dinilai menimbulkan kekhawatiran karena kemampuannya yang tinggi dalam mendeteksi celah keamanan yang bisa dieksploitasi untuk menyerang berbagai sistem.

Sebagai respons, pemerintah Jepang juga tengah memperkuat kerangka kerja melalui Kantor Keamanan Siber Nasional untuk menghadapi serta mencegah potensi serangan tersebut.

Menteri Digital Jepang Hisashi Matsumoto, yang membidangi keamanan siber, disebut menerima arahan khusus dari Perdana Menteri Sanae Takaichi sejak awal Mei untuk menyiapkan langkah antisipatif terhadap ancaman siber yang meningkat akibat perkembangan AI.

Rencana penanganan itu dibahas dalam rapat pada Senin, yang dihadiri Matsumoto bersama pejabat senior dari berbagai lembaga, termasuk Badan Kepolisian Nasional, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Infrastruktur.

Dalam pertemuan tersebut, Matsumoto menekankan bahwa penyalahgunaan AI dapat secara signifikan meningkatkan skala dan kecepatan serangan siber.

Ia menilai pemerintah perlu segera menyusun respons yang cepat dan tepat, mengingat ancaman tersebut sudah menjadi isu mendesak yang harus ditangani.

Sumber: KYO

Bagikan

Mungkin Kamu Suka