Teheran (KABARIN) - Iran menyatakan kesiapan menghadapi segala kemungkinan risiko di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei pada Senin.
Sebelumnya, CNN melaporkan bahwa Pentagon telah menyiapkan daftar target di Iran apabila Presiden AS Donald Trump memutuskan melanjutkan serangan terhadap negara tersebut.
“Kami siap untuk skenario apa pun. Angkatan bersenjata Iran telah membuktikan kemampuannya selama 40 hari (saat pertempuran sebelum gencatan senjata) bahwa kami akan menghadapi dengan kekuatan penuh terhadap setiap tindakan gegabah,” kata Baghaei dalam konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa Iran dan Amerika Serikat akan melanjutkan dialog dengan mediasi Pakistan. Selain itu, Teheran juga terus berdiskusi dengan Oman terkait pengembangan mekanisme navigasi di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Minggu (17/5) kembali mendesak Iran agar segera mencapai kesepakatan dengan Washington, seraya menekankan bahwa waktu untuk bernegosiasi semakin terbatas.
Dalam perkembangan sebelumnya, AS dan Israel disebut telah melakukan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Kedua pihak kemudian menyepakati gencatan senjata pada 8 April dan melanjutkan pembicaraan di Islamabad, meski tidak menghasilkan kesepakatan.
Laporan tersebut juga menyebut bahwa tanpa pengumuman resmi dimulainya kembali konflik, AS mulai melakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan di Iran.
Sumber: SPU