Jakarta (KABARIN) - Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid mengecam tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang tengah menuju Gaza, Palestina.
Rombongan tersebut juga melibatkan sejumlah jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas peliputan, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” ujar Menkomdigi dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan, sehingga perlu mendapatkan perlindungan dan akses yang aman dalam menjalankan tugasnya.
Menurut Kementerian Luar Negeri RI, sedikitnya 10 kapal dalam misi GSF 2.0 telah ditahan oleh aparat Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis Indonesia tersebut belum dapat dihubungi dan status awaknya masih belum diketahui.
Meutya Hafid juga menyatakan dukungan terhadap langkah diplomatik Kemlu RI untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang turut dalam misi tersebut di tengah krisis kemanusiaan di Gaza.
“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” katanya.
Kemlu RI sendiri telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah perlindungan serta kemungkinan pemulangan WNI jika diperlukan.
“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” tutup Meutya Hafid.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026