Ankara (KABARIN) - Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pada hari Rabu bahwa Jerman akan mengerahkan sistem pertahanan udara Patriot ke Turki pada bulan Juni untuk misi selama enam bulan di bawah langkah-langkah NATO yang bertujuan untuk memperkuat pertahanan udara negara itu di tengah ketegangan regional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Zeki Akturk, juru bicara Kemenhan Turki, mengatakan sistem dari Jerman tersebut akan menggantikan salah satu sistem Patriot tambahan yang ditempatkan NATO di Turki. Sistem dari Jerman itu akan beroperasi bersama sistem Patriot dari Spanyol yang telah ditempatkan di Turki.
Berbicara dalam konferensi pers di sebuah pangkalan militer di Kota Izmir di Turki barat daya, Akturk mengatakan pengerahan Patriot tersebut dikoordinasikan dengan sekutu-sekutu NATO sesuai evaluasi situasi keamanan saat ini.
Pada Maret lalu, Ankara mengatakan bahwa sistem rudal Patriot milik AS telah dikerahkan di dekat pangkalan radar NATO di Turki tenggara menyusul ancaman rudal yang terkait konflik dengan Iran.
Pertahanan udara NATO kemudian mencegat empat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran selama pertempuran, ungkap pejabat Turki.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan aset milik Israel dan AS di Timur Tengah.
Turkiye pada Maret melaporkan sejumlah pencegatan terhadap rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran, meskipun Teheran membantah klaim tersebut.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026