News

Penyakit Antraks Disebut Jadi Ancaman Utama Hewan Kurban

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut penyakit antraks menjadi salah satu ancaman utama yang perlu diwaspadai pada hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

"Antraks menjadi perhatian utama karena bersifat zoonosis atau bisa menular kepada manusia," kata Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok dalam pengecekan hewan menjelang Idul Adha 2026 di Perumda Dharma Jaya, Jakarta Timur, Kamis.

Hasudungan menyebut pihaknya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit tersebut.

Untuk mencegah masuknya hewan terindikasi penyakit menular itu ke Jakarta, Pemprov DKI mewajibkan seluruh ternak yang dikirim dari luar daerah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta Sertifikat Veteriner resmi.

Dokumen tersebut menjadi syarat utama sebelum hewan dapat dipasarkan di Jakarta.

Pemeriksaan dilakukan secara ketat melalui sistem iSIKHNAS yang memungkinkan pemerintah memantau lalu lintas ternak dari berbagai daerah.

Menurut Hasudungan, pengawasan tidak hanya dilakukan pada dokumen administrasi, tetapi juga pemeriksaan fisik hewan secara langsung oleh tim dokter hewan dan paramedis.

"Kalau ada yang dicurigai sakit, kami lakukan pemeriksaan laboratorium di fasilitas milik Pemprov DKI Jakarta," ujar Hasudungan.

Dia memastikan seluruh hewan kurban yang masuk ke Jakarta juga diwajibkan telah menjalani vaksinasi, khususnya terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks.

Program vaksinasi tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional yang dilaksanakan di sentra-sentra peternakan.

Lebih lanjut, Pemprov DKI juga melakukan verifikasi keaslian dokumen kesehatan hewan untuk mencegah adanya pemalsuan SKKH maupun sertifikat veteriner.

"Kami melakukan klarifikasi apakah dokumen tersebut benar atau palsu, lalu dicocokkan dengan kondisi klinis hewan di lapangan," ucap Hasudungan.

Adapun Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha terkait tata cara penyembelihan serta penanganan daging kurban yang higienis menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Menurut Hasudungan, berbagai langkah persiapan telah dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kurban di Jakarta berjalan aman, sehat, dan sesuai syariat Islam.

Salah satu fokus utama yang dilakukan, yakni memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada para pelaku usaha hewan kurban, pengurus tempat pemotongan, hingga masyarakat umum.

Materi yang diberikan meliputi pelatihan kompetensi juru sembelih halal, prosedur pemasukan hewan kurban, tata cara memilih hewan kurban yang sehat, hingga persyaratan tempat penjualan dan lokasi pemotongan hewan.

Edukasi tersebut penting agar proses penyembelihan hewan kurban tidak hanya memenuhi ketentuan agama, tetapi juga memenuhi standar kesehatan dan kebersihan pangan.

Selain memberikan pemahaman mengenai penyembelihan sesuai syariat, petugas juga mengedukasi masyarakat terkait penanganan daging kurban yang baik dan higienis.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: