Jakarta (KABARIN) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut bahwa pemerintah tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sehingga tidak memungkinkan untuk menjalin komunikasi langsung dengan Israel terkait pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla.
“Kalau jawabannya detail komunikasi langsung tidak dengan Israel? Kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel,” kata Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam pengarahan media di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis.
Yvonne menjelaskan bahwa upaya pelindungan dan pemulangan segera sembilan WNI yang ditangkap oleh militer Israel, dilakukan melalui seluruh kanal diplomatik yang dimiliki oleh Indonesia.
Kendati tidak bisa menjabarkan seluruh upaya diplomasi yang telah dilakukan demi menjaga prinsip-prinsip diplomasi, dirinya menegaskan bahwa pemerintah telah berkomunikasi dengan negara sahabat yang memiliki akses kepada Israel.
Selain itu, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, juga disebut telah berkoordinasi dengan para mitranya seperti Turki dan Yordania di mana warga mereka juga turut tergabung dalam misi pelayaran kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut.
“Kami akan terus tentunya mengupayakan seluruh jalur komunikasi termasuk melalui negara sahabat yang memiliki akses kepada Israel termasuk tim hukum atau sekretariat Global Sumud Flotilla serta pihak-pihak lain yang dapat membantu memastikan keselamatan akses komunikasi dan proses pembebasan WNI,” ucap Yvonne.
“Kami akan terus tentunya mengupayakan seluruh jalur komunikasi termasuk melalui negara sahabat yang memiliki akses kepada Israel, termasuk tim hukum atau sekretariat Global Sumud Flotilla serta pihak-pihak lain yang dapat membantu memastikan keselamatan akses komunikasi dan proses pembebasan WNI,” ujarnya menambahkan.
Hadir pada kesempatan yang sama, Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, turut menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel meskipun berada dalam organisasi yang sama dengan Israel, yakni Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace), di mana Israel turut menjadi anggotanya.
“Keanggotaan dua negara dalam satu organisasi itu tidak mencerminkan adanya hubungan diplomatik antara negara tersebut. Dan ini berlaku juga bagi misalnya sama-sama anggota negara PBB dan lain-lain, itu bukan berarti kita memiliki hubungan diplomatik,” tegas Nabil.
Sembilan WNI yang ikut berpartisipasi dalam konvoi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Jalur Gaza, menjadi korban penculikan pasukan zionis Israel yang menyergap kapal-kapal mereka. Di antara sembilan WNI yang diculik tersebut, turut serta tiga wartawan media nasional yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
Baca juga: Pemerintah Diminta Lindungi WNI yang Diculik Pasukan Israel
Baca juga: RI Kecam Tindakan Israel terhadap Relawan Global Sumud Flotilla 2.0
Sumber: ANTARA