News

Pemerintah Diminta Lindungi WNI yang Diculik Pasukan Israel

Jakarta (KABARIN) - Humanitarian Forum Indonesia (HFI) meminta pemerintah Indonesia segera memberikan perlindungan terhadap delegasi Indonesia yang mengikuti misi kemanusiaan internasional menuju Gaza, Palestina, setelah kapal bantuan mereka dicegat dan diculik pasukan militer Israel di Laut Mediterania.

Ketua Umum HFI, Romi Ardiansyah, mengatakan keselamatan relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia harus menjadi prioritas utama di tengah situasi yang memanas.

“Semua pihak terkait wajib menjamin keselamatan serta hak-hak kemanusiaan mereka, termasuk perlindungan dari kekerasan fisik maupun psikologis,” kata Romi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Insiden itu terjadi saat rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla 2.0 berlayar menuju Gaza membawa bantuan untuk warga Palestina.

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), kapal bantuan tersebut dicegat pada Rabu (20/5) di perairan internasional Laut Mediterania.

Misi kemanusiaan itu melibatkan relawan dari berbagai negara yang membawa bantuan bagi warga Gaza yang hingga kini masih mengalami krisis kemanusiaan, mulai dari keterbatasan makanan, layanan kesehatan, air bersih, hingga kebutuhan dasar lainnya.

Dalam rombongan tersebut, terdapat sembilan warga negara Indonesia yang berasal dari lembaga kemanusiaan dan media nasional.

Tiga di antaranya merupakan anggota HFI, yaitu Herman Budianto Sudarsono dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa, serta Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.

Selain relawan kemanusiaan, ada juga tiga jurnalis Indonesia yang ikut dalam misi tersebut untuk menjalankan tugas peliputan. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Romi menegaskan misi kemanusiaan seharusnya dihormati dan mendapat perlindungan sesuai hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal.

Ia juga mengajak masyarakat Indonesia terus mendoakan keselamatan para relawan, jurnalis, dan warga sipil Palestina yang terdampak konflik.

"Dunia internasional tidak boleh tinggal diam terhadap berbagai tindakan yang menghambat misi kemanusiaan di perairan internasional," kata Romi yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Human Initiative.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: