Health

Tips Mencegah Infeksi Kulit Bagi Pemotong Hewan Kurban

Jakarta (KABARIN) - Menjelang Hari Raya Idul Adha, kesehatan kulit ternyata jadi hal penting yang perlu diperhatikan, terutama buat seorang yang bertugas menyembelih hewan kurban atau memotong daging. Paparan darah, kotoran, hingga cairan tubuh hewan bisa meningkatkan risiko iritasi hingga infeksi kulit kalau tidak ditangani dengan benar.

Dermatolog Arini Astasari Widodo mengingatkan pentingnya menggunakan alat pelindung diri saat proses penyembelihan dan pengolahan daging kurban berlangsung.

"Gunakan alat pelindung seperti sarung tangan tahan air atau sarung tangan kerja yang sesuai, sepatu bot, pakaian lengan panjang, dan hindari kontak langsung darah maupun cairan tubuh hewan dengan kulit terbuka," katanya melalui layanan pesan pada Jumat.

Ia juga menyarankan agar luka kecil di tangan ditutup terlebih dahulu sebelum mulai bekerja.

"Jika ada luka kecil di tangan sebaiknya ditutup terlebih dahulu dengan plester tahan air sebelum bekerja," tambah lulusan Universitas Indonesia itu.

Menurut dr. Arini, paparan darah atau kotoran hewan bisa memicu berbagai masalah kulit, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi bakteri seperti impetigo, selulitis, folikulitis, dan abses kulit.

Tak hanya itu, ada pula risiko zoonosis atau penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia, terutama jika kulit dalam kondisi terluka dan kebersihan kurang dijaga.

"Meski jarang, terdapat juga risiko zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama bila terdapat luka terbuka pada kulit dan kebersihan tidak dijaga dengan baik," jelasnya.

Ia mengatakan orang yang bekerja di lingkungan lembab dan kurang higienis memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi. Karena itu, vaksin tetanus juga disarankan bagi petugas penyembelihan hewan kurban sebagai langkah perlindungan tambahan.

Selain menggunakan alat pelindung, dr. Arini mengingatkan agar petugas tidak menyentuh wajah, mata, atau mulut saat bekerja untuk mengurangi risiko penularan penyakit.

Setelah proses penyembelihan selesai, tangan dan bagian tubuh yang terkena darah atau kotoran hewan sebaiknya segera dibersihkan menggunakan air dan sabun.

Kalau kulit mulai mengalami iritasi akibat paparan darah atau cairan hewan, area tersebut disarankan segera dicuci dengan air mengalir dan sabun lembut selama beberapa menit. Setelah itu, kulit dikeringkan dan diberi pelembap agar lebih tenang.

"Bila iritasi disertasi munculnya kemerahan, gatal, atau rasa perih yang cukup berat, dapat diberikan krim anti-inflamasi ringan sesuai anjuran dokter," katanya.

Sementara itu, jika terjadi luka sayatan akibat pisau, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menekan luka menggunakan kasa atau kain bersih untuk menghentikan perdarahan. Setelah itu, luka dibersihkan menggunakan air mengalir dan antiseptik ringan bila diperlukan, lalu ditutup memakai perban steril.

Jika luka cukup dalam, perdarahan sulit berhenti, atau muncul tanda infeksi seperti bengkak, nanah, nyeri berat, hingga demam, dr. Arini menyarankan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: