Punya Psoriasis? Hindari 3 Kebiasaan Sore Ini agar Tidur Nyenyak

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Kebiasaan pada sore hari dapat berpengaruh terhadap kualitas tidur penderita psoriasis. Kondisi kulit yang ditandai dengan peradangan kronis tersebut kerap menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman sehingga mengganggu waktu istirahat.

Laman Eating Well pada Jumat melaporkan, lebih dari 75 persen penderita psoriasis juga mengalami gangguan tidur. Kurang tidur kemudian dapat meningkatkan stres dan peradangan sehingga memicu siklus yang memperburuk gejala penyakit.

Ahli gizi Samaria Garrett mengatakan rasa gatal dan tidak nyaman membuat penderita sulit tidur. Padahal, kurang tidur dapat membuat tubuh lebih rentan mengalami stres dan peradangan.

Berikut tiga kebiasaan sore hari yang dinilai dapat memengaruhi kualitas tidur penderita psoriasis.

Pertama, mengabaikan tingkat stres menjelang malam.

Dokter spesialis kulit Aleta Simmons mengatakan stres memiliki hubungan dua arah dengan psoriasis. Stres dapat memicu kekambuhan dan memperberat gejala, sementara psoriasis juga dapat meningkatkan tekanan psikologis karena penderitanya harus terus mengelola penyakit tersebut.

Menurut Simmons, kurang tidur akibat rasa gatal dapat memperburuk stres, sedangkan stres yang meningkat kembali memicu kekambuhan psoriasis sehingga membentuk siklus yang sulit diputus.

"Kita membutuhkan tidur yang cukup setiap malam sebagai bagian dari gaya hidup sehat serta untuk membantu pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis seperti psoriasis," ujarnya.

Kedua, tidak menggunakan pelembap setelah mandi.

Simmons menjelaskan menjaga kelembapan kulit merupakan salah satu cara sederhana untuk mengurangi kulit kering, gatal, dan bersisik yang menjadi ciri khas psoriasis.

Pelembap membantu mengunci kadar air pada kulit sekaligus memperbaiki lapisan pelindung kulit. Produk yang mengandung ceramide dinilai efektif untuk membantu memulihkan fungsi pelindung tersebut.

Ia menyarankan penggunaan pelembap dua kali sehari, yakni setelah mandi dan sebelum tidur.

Ketiga, mengonsumsi minuman beralkohol pada sore atau malam hari.

Garrett mengatakan alkohol dapat memperburuk peradangan sehingga gejala psoriasis menjadi lebih sulit dikendalikan. Konsumsi alkohol juga dikaitkan dengan respons pengobatan yang lebih rendah serta peningkatan risiko penyakit lain, seperti penyakit jantung, radang sendi, dan kanker.

Selain itu, alkohol dapat mengganggu kualitas tidur. Meskipun seseorang mungkin lebih cepat terlelap, tidur menjadi kurang nyenyak dan fase tidur dalam yang dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan kulit menjadi berkurang.

"Pada orang yang sudah mengalami gatal dan rasa tidak nyaman di malam hari, alkohol dapat membuat tidur menjadi semakin gelisah," kata Garrett.

Untuk membantu mengendalikan psoriasis sekaligus meningkatkan kualitas tidur, para ahli menyarankan beberapa langkah, antara lain menjaga jadwal tidur yang konsisten dengan durasi sekitar tujuh jam setiap malam, mengurangi penggunaan gawai satu hingga dua jam sebelum tidur, mengelola stres, tetap aktif bergerak, membatasi konsumsi alkohol, serta menjalani pola makan bergizi.

Penderita psoriasis juga dianjurkan rutin menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter kulit. Apabila gangguan tidur terus berlanjut, konsultasi dengan dokter atau spesialis gangguan tidur dapat membantu menemukan penanganan yang tepat.

Sumber: Eating Well

Bagikan

Mungkin Kamu Suka