London (KABARIN) - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyoroti kondisi di Selat Hormuz yang dinilai berada dalam situasi tidak menentu karena belum adanya kesepakatan resmi antara pihak-pihak yang berkonflik.
Saat berbicara di sela pertemuan informal para menteri luar negeri Uni Eropa di Yunani pada Kamis, Kallas mengatakan situasi di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina menjadi topik utama pembahasan.
"Selat Hormuz berada dalam situasi ganjil antara perang dan damai," kata Kallas.
Ia menegaskan kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus tetap dijaga karena jalur tersebut memiliki peran penting bagi banyak negara.
Menurutnya, konflik yang terus berlangsung dapat berdampak besar terhadap ekonomi global dan aktivitas perdagangan internasional.
"Sungguh demi kepentingan semua orang bahwa kebebasan navigasi dihormati di Selat Hormuz, karena semua orang membayar harga yang sangat mahal untuk ini," tegasnya.
Kallas juga mengatakan para menteri luar negeri Uni Eropa akan membahas dampak situasi Timur Tengah terhadap kawasan Eropa serta kemungkinan kerja sama untuk menghadapi berbagai persoalan yang muncul.
Selain Timur Tengah, pertemuan tersebut juga membahas perang yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina, termasuk peluang negosiasi di masa mendatang.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026