Washington (KABARIN) - Angkatan Bersenjata Kuwait mengumumkan sistem pertahanan udara negara itu sedang merespons ancaman rudal dan drone musuh di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan pada Kamis pagi, militer Kuwait menyebut setiap suara ledakan yang terdengar berasal dari upaya sistem pertahanan udara mencegat target musuh.
"Setiap ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh," kata militer Kuwait.
Pihak berwenang juga meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti instruksi keselamatan serta keamanan yang telah dikeluarkan pemerintah.
Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu.
Sebagai balasan, Teheran meluncurkan serangan ke Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.
Sebelumnya, gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April. Kesepakatan itu kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026