Aktivitas Belajar di SDN Srengseng Sawah 15 Kembali Normal Besok

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan kembali berlangsung normal pada Selasa (14/7) setelah kepolisian menyatakan lingkungan sekolah aman usai penyisiran terkait dugaan teror bom.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan Santoso mengatakan seluruh aktivitas sekolah, termasuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), akan kembali berjalan sesuai jadwal.

"Perbedaannya adalah untuk kegiatan besok, kami telah bersinergi dengan pihak kepolisian. Kami juga akan melibatkan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Pemprov DKI Jakarta," kata Santoso di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Senin.

Ia menjelaskan tidak akan ada kegiatan khusus pada hari pertama sekolah setelah insiden tersebut. Seluruh proses belajar mengajar akan mengikuti agenda yang telah disusun sebelumnya.

Santoso juga memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi trauma pada siswa maupun tenaga pendidik. Berdasarkan hasil komunikasi dengan guru dan peserta didik, seluruhnya masih dapat beraktivitas dan berkomunikasi dengan baik.

"Tentu hal ini akan menjadi bahan evaluasi bersama. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi di DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Selatan," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menyelidiki dugaan ancaman bom yang terjadi pada hari pertama MPLS di sekolah tersebut, Senin.

Laporan diterima sekitar pukul 07.30 WIB saat siswa dan guru sedang mengikuti upacara pembukaan MPLS.

Ancaman disampaikan melalui pesan WhatsApp yang diterima seorang guru kelas 1 dan staf tata usaha. Dalam pesan itu, pelaku mengancam akan meledakkan bom di 11 titik sekolah serta meminta pihak sekolah tidak melapor kepada polisi.

Setelah menerima laporan, kepolisian langsung melakukan penyisiran di area sekolah untuk memastikan situasi aman sebelum kegiatan belajar kembali dilanjutkan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka