Muscat (KABARIN) - Kementerian Luar Negeri Oman memanggil Duta Besar Iran untuk menyampaikan nota protes resmi menyusul dugaan serangan pesawat nirawak yang menyasar sejumlah lokasi di Provinsi Musandam dan Al Wusta.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu, Kementerian Luar Negeri Oman menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang disebut sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.
Pemerintah Oman juga menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan negara, menjaga hubungan bertetangga yang baik, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, serta mematuhi norma-norma yang mengatur hubungan antarnegara.
Sebelumnya, Oman telah mengecam serangan drone tersebut dan menegaskan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan warga negara maupun penduduk di wilayahnya.
Pemerintah Oman juga memperingatkan bahwa meningkatnya eskalasi militer di kawasan berpotensi mengancam stabilitas regional, keselamatan jalur pelayaran, perdagangan internasional, serta pasokan energi global.
Karena itu, Oman menyerukan kepada semua pihak agar menahan diri, menghentikan eskalasi konflik, dan kembali menjalankan kesepahaman yang telah dicapai melalui jalur diplomatik.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran militer Iran pada Minggu.
Sebagai balasan, Iran dilaporkan menyerang sejumlah pangkalan dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, meski kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) pada Juni lalu.
Media Iran melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga mengklaim telah menyerang fasilitas pendukung serta pengisian bahan bakar bagi kapal Angkatan Laut Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm, Oman.
Sumber: Xinhua