Istanbul (KABARIN) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap dua pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait pada Senin dini hari sebagai bagian dari eskalasi konflik kedua negara.
Dalam pernyataannya, IRGC mengaku berhasil menghancurkan tangki bahan bakar dan sistem pertahanan udara Patriot di Pangkalan Udara Ali Al-Salem.
Selain itu, IRGC juga mengklaim merusak sistem radar strategis FPS yang berada di Pangkalan Udara Ahmed Al-Jaber.
Menurut IRGC, serangan tersebut dilakukan oleh angkatan udaranya dalam tahap ketiga operasi militer yang diberi nama "Mata Ganti Mata".
Iran menyebut operasi itu sebagai respons atas aksi militer Amerika Serikat terhadap wilayahnya dan menegaskan operasi masih terus berlangsung.
IRGC juga memperingatkan Amerika Serikat agar tidak meningkatkan keterlibatan militernya di kawasan Selat Hormuz.
Iran menegaskan tidak akan membiarkan campur tangan militer asing berlanjut di jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan IRGC disampaikan tidak lama sebelum Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan berakhirnya gelombang terbaru operasi militernya terhadap Iran.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah kedua negara saling melancarkan serangan.
Pada Minggu, Iran menyatakan telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan Washington terhadap target-target di wilayah Iran.
Sementara itu, CENTCOM menyatakan operasi terbaru Amerika Serikat bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terhadap pelaut sipil dan kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.
Dalam pernyataan terpisah, CENTCOM menyebut operasi tersebut telah berakhir dan berhasil menghantam puluhan sasaran di berbagai lokasi menggunakan amunisi berpemandu presisi.
Sumber: Anadolu_OANA