News

Akumulasi Kebakaran Lahan di Riau Mencapai 15 Ribu Hektare

Jakarta (KABARIN) - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total area yang terbakar sejak awal tahun hingga Juni 2026 telah mencapai 15.031,58 hektare.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan angka tersebut menjadikan Riau sebagai salah satu wilayah prioritas nasional dalam upaya pengendalian karhutla.

"Provinsi Riau, salah satu provinsi prioritas karhutla, dilaporkan per Senin (1/6) total luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2026 mencapai 15.031,58 hektare," kata dia.

Menurut Abdul, data tersebut mengacu pada aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan. Berdasarkan pemantauan terbaru, titik-titik kebakaran masih terus muncul dan menyebabkan perluasan area terdampak di sejumlah kabupaten di Riau.

Salah satu kebakaran terbaru tercatat membakar sekitar lima hektare lahan di kawasan Bukit Lumut, Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu.

Selain itu, kebakaran juga melanda Dusun Sejati, Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 44,4 hektare. Sementara itu, satu hektare lahan lainnya terbakar di Kelurahan Kandis Kota, Kabupaten Siak.

Melihat kondisi tersebut, BNPB terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat Indonesia memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Abdul menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang cukup kontras selama masa transisi musim dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut dan vegetasi kering.

Ancaman tersebut juga diperkuat oleh prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam laporan terbarunya, BMKG memperkirakan kondisi iklim global berpotensi mengarah pada fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester kedua tahun 2026.

Peluang terjadinya El Nino diperkirakan berada di kisaran 50 hingga 80 persen. Jika fenomena tersebut benar terjadi, risiko kekeringan di berbagai wilayah Indonesia berpotensi meningkat, yang pada akhirnya dapat memicu lebih banyak kebakaran hutan dan lahan.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: