News

China Minta AS dan Iran Hormati Gencatan Senjata

Istanbul (KABARIN) - China meminta Amerika Serikat dan Iran untuk tetap mematuhi kesepakatan gencatan senjata serta menahan diri agar konflik tidak kembali meluas.

“China sangat prihatin terhadap situasi saat ini,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning kepada wartawan di Beijing, Rabu.

Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat mengklaim telah melakukan serangan ke Pulau Qeshm sebagai respons atas dugaan serangan Iran di sejumlah kawasan Timur Tengah. Washington juga menyebut militer AS bersama sekutunya berhasil mencegat beberapa rudal dan drone Iran.

Mao menegaskan bahwa berlanjutnya eskalasi perang tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun.

“Kami berharap pihak-pihak terkait dapat menghargai peluang perdamaian, mematuhi komitmen gencatan senjata, dan mempertahankan momentum negosiasi, serta berpegang pada penyelesaian sengketa melalui cara politik dan diplomatik,” katanya.

Ia juga mengimbau agar pihak-pihak yang bertikai segera menjalankan gencatan senjata secara penuh dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan kondisi yang mendukung pemulihan stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Kuwait melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan rudal dan drone yang disebut sebagai aksi “permusuhan” pada Rabu dini hari.

Meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak 8 April, Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih saling melancarkan serangan udara dalam sejumlah insiden terbaru, setelah ketegangan meningkat sejak konflik yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: