News

PBB: Lebih dari 1.000 Paket Bantuan Masuk ke Gaza dalam Sehari

Markas PBB (KABARIN) - Meski terjadi keterlambatan yang signifikan di sebuah pos pemeriksaan baru Israel, mitra-mitra bantuan berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 paket pasokan esensial untuk Gaza dalam sehari, ungkap badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (3/6).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) menyampaikan bahwa paket-paket yang dikumpulkan di perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem pada Selasa (2/6) tersebut mencakup perlengkapan kebersihan, terpal, selimut, dan obat-obatan.

OCHA menuturkan bahwa konvoi yang melakukan perjalanan menuju Kerem Shalom/Karem Abu Salem untuk mengambil kargo kemanusiaan melalui pos pemeriksaan yang baru didirikan di Gaza selatan masih menghadapi keterlambatan yang signifikan.

"Kemarin (Selasa), penumpukan di pos pemeriksaan baru itu menghalangi enam truk bahan bakar untuk mencapai Kerem Shalom, yang secara signifikan mengurangi volume bahan bakar yang dapat diambil dari pos perlintasan tersebut," urai OCHA.

"Pasokan bahan bakar yang stabil sangat penting untuk menjamin agar rumah sakit, pabrik desalinasi, dan layanan penunjang kehidupan lainnya tetap beroperasi di tengah ketiadaan jaringan listrik yang bisa berfungsi," imbuh pernyataan OCHA.

Perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem merupakan satu-satunya titik akses bagi pengiriman kargo kemanusiaan ke Gaza.

Di bidang kesehatan, OCHA menguraikan bahwa dalam dua pekan terakhir di bulan Mei, hampir 100 pasien dan lebih dari 130 pelaku rawat (caregiver) telah dievakuasi dari Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem dan Rafah, dengan dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitra-mitranya.

Namun, OCHA memaparkan bahwa ribuan pasien, banyak di antaranya menderita cedera yang mengubah hidup mereka, masih membutuhkan perawatan medis khusus yang tidak tersedia di Gaza. Jalur rujukan ke fasilitas medis di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, masih diblokir oleh otoritas Israel.

"Peningkatan layanan kesehatan di Gaza sangat diperlukan, dan upaya tersebut membutuhkan pemfasilitasan masuknya lebih banyak peralatan dan pasokan medis yang krusial," tutur OCHA.

Mitra-mitra kemanusiaan yang berfokus di bidang pengelolaan air melaporkan bahwa produksi air secara keseluruhan di Gaza menurun sekitar 20 persen pada Mei dibandingkan dua bulan sebelumnya, yang sebagian besar disebabkan oleh kelangkaan bahan kimia dan suku cadang.

OCHA kembali menyerukan keberlanjutan masuknya suku cadang, pompa, pipa, oli mesin, dan bahan kimia pengolahan air guna memastikan air dan layanan krusial lainnya dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan di seluruh Gaza.

Pewarta: Xinhua
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: