Washington (KABARIN) - United States Central Command atau Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan telah memberikan izin kepada 36 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Kamis (4/6), CENTCOM menyebut pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap aktivitas pelayaran komersial di wilayah tersebut.
"Pada 4 Juni, pasukan AS telah mengalihkan 127 kapal komersial, menghentikan operasional 6 kapal yang melanggar aturan, dan mengizinkan 36 kapal yang mendukung bantuan kemanusiaan untuk melintas," kata CENTCOM.
Situasi keamanan di kawasan Teluk memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menyasar beberapa lokasi, termasuk Teheran, dan dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata yang berlaku selama dua pekan. Namun, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan, sementara AS kemudian menerapkan blokade terhadap sejumlah pelabuhan dan perairan Iran.
Presiden AS Donald Trump selanjutnya memperpanjang masa jeda konflik untuk memberikan kesempatan kepada Iran menyampaikan proposal perdamaian.
Sementara itu, laporan The New York Times yang mengutip pejabat CENTCOM menyebutkan bahwa hingga 1 Juni, militer AS telah mengawal sekitar 70 kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz dalam kurun tiga pekan terakhir.
Sebelumnya, CENTCOM sempat membantah laporan yang menyebut pengawalan kapal di kawasan tersebut telah kembali dilakukan. Meski demikian, sumber yang dikutip NYT menyatakan setidaknya satu kapal diketahui melintas di wilayah yang berada dekat dengan pesisir Iran.
Pihak berwenang tidak mengungkap identitas kapal-kapal yang melintasi selat tersebut maupun rute pelayaran yang mereka gunakan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026