News

BNN Jateng Latih 20 Pasien Rehab Narkoba Menjadi Barista

Semarang (KABARIN) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah memberikan pelatihan barista kepada 20 pasien rehabilitasi narkoba di Klinik Pratama Enggal Waras. Program ini menjadi salah satu upaya untuk membantu para peserta memiliki keterampilan kerja sekaligus mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat setelah menjalani masa rehabilitasi.

Kepala BNN Jawa Tengah, Toton Rasyid, mengatakan bahwa proses rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pemulihan dari ketergantungan narkotika. Menurutnya, para pasien juga perlu dibekali kemampuan yang bisa menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

"Tetapi juga harus mampu membentuk individu yang produktif, mandiri, dan siap kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat," katanya di Semarang, Senin.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026. Tak hanya mengampanyekan bahaya penyalahgunaan narkoba, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya rehabilitasi dan pemberdayaan bagi para penyintas ketergantungan narkotika.

Menurut Toton, keberhasilan rehabilitasi tidak cukup hanya dilihat dari berhentinya seseorang menggunakan narkotika. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kemampuan mereka untuk kembali produktif, berkarya, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri.

Karena itu, BNN Jawa Tengah terus menghadirkan berbagai program yang memberikan keterampilan praktis kepada para klien rehabilitasi agar mereka memiliki peluang lebih besar untuk membangun masa depan yang lebih baik.

"Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari berhentinya penyalahgunaan narkotika, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk bangkit, berkarya, dan hidup produktif," ujar Toton.

Pemilihan bidang barista bukan tanpa alasan. Industri kopi saat ini berkembang pesat dan menjadi salah satu sektor yang menawarkan banyak peluang kerja maupun usaha, terutama bagi anak muda yang tertarik pada dunia pelayanan, kuliner, dan kewirausahaan.

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan berbagai materi yang dibutuhkan untuk bekerja di industri kopi. Mereka belajar mengenal jenis dan karakteristik biji kopi, memahami proses pengolahan kopi, hingga mempraktikkan teknik penyeduhan yang benar.

Selain itu, peserta juga diajarkan cara menggunakan berbagai peralatan kopi modern, membuat minuman berbasis espresso, serta memberikan pelayanan kepada pelanggan sesuai standar industri perkopian.

Dengan keterampilan tersebut, para peserta diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk mencari pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri setelah menyelesaikan program rehabilitasi.

Program ini menjadi salah satu contoh bahwa rehabilitasi tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi seseorang dari ketergantungan narkoba, tetapi juga membantu mereka menemukan peluang baru untuk bangkit, berkarya, dan kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: