Jayapura (KABARIN) - Kementerian Sosial melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Papua menargetkan pembangunan permanen empat Sekolah Rakyat di Provinsi Papua mulai Juli 2026.
Kepala BBPPKS Regional VI Papua, John Herman Mampioper, mengatakan empat sekolah tersebut akan dibangun secara bersamaan di Biak, Sarmi, Jayapura, dan Kabupaten Jayapura.
Menurut John, saat ini proses administrasi pembangunan masih berlangsung. Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan penetapan pemenang tender pada pertengahan Juni 2026 sebelum pekerjaan fisik dimulai pada Juli mendatang.
"Kini sedang dalam proses administrasi untuk pembangunan gedung permanen, setelah itu Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan penetapan pemenang tender pada pertengahan Juni 2026 sebelum pekerjaan fisik dimulai pada Juli mendatang," ujarnya di Jayapura, Selasa.
Ia menjelaskan program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Selain empat lokasi tersebut, Kemensos juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah lain, seperti Supiori, Mamberamo Raya, Waropen, dan Keerom. Namun, daerah-daerah tersebut masih melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan.
John mengakui tingginya minat masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program tersebut. Saat ini kapasitas sekolah masih terbatas karena keterbatasan lahan sehingga hanya dapat menampung sekitar 100 siswa.
Ia berharap pembangunan gedung permanen nantinya mampu meningkatkan kapasitas sekolah hingga ribuan siswa sehingga lebih banyak anak dari berbagai kabupaten di Papua dapat memperoleh akses pendidikan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua, Herald J. Berhitu, mengatakan pemerintah daerah terus mempercepat penyelesaian berbagai dokumen pendukung, termasuk analisis dampak lingkungan.
Menurut Herald, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar lokasi pembangunan sekolah.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026