Teheran (KABARIN) - Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan telah melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran atas perintah Presiden Donald Trump dengan alasan pertahanan diri.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial X, CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan pada Rabu pukul 17.15 waktu Amerika Serikat bagian timur atau Kamis 04.15 WIB.
“Pasukan Komando Pusat Amerika Serikat mulai melancarkan serangan pertahanan diri tambahan pada hari ini pada pukul 17.15 ET terhadap sejumlah target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi,” demikian pernyataan CENTCOM.
Mereka juga menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap apa yang disebut sebagai agresi Iran yang dinilai tidak beralasan dan terus berlanjut.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan bahwa operasi militer yang telah direncanakan akan difokuskan pada fasilitas utama di Iran dan diperkirakan berlangsung dengan intensitas tinggi dalam waktu dekat.
“Komando Pusat akan sangat sibuk malam ini karena Presiden Trump mengatakan bahwa kami akan menyerang Iran dengan keras, dan itulah yang akan kami lakukan,” ujar Hegseth di MacDill Air Force Base, Tampa.
Laporan menyebutkan bahwa keputusan peningkatan operasi militer ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan setelah insiden penembakan helikopter Apache milik AS oleh Iran pada awal pekan.
Ketegangan tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari, ketika serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu rangkaian aksi balasan militer dan krisis diplomatik.
Di sisi lain, media Fox News melaporkan bahwa operasi militer Amerika Serikat masih terus berlangsung di kawasan tersebut.
Sementara itu, militer Iran sebelumnya mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz untuk seluruh aktivitas pelayaran di tengah situasi yang semakin memanas.
Namun CENTCOM membantah klaim tersebut dan menyatakan bahwa kapal-kapal komersial masih dapat melintas seperti biasa, serta menegaskan tidak ada kapal perang Amerika yang terkena serangan di wilayah Selat Hormuz.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026