Benar, untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan tangkap tangan
Jakarta (KABARIN) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Muara Enim nonaktif Edison bersama pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi, setelah operasi tangkap tangan atau OTT lanjutan yang juga menjerat sejumlah aparatur sipil negara dari Badan Pemeriksa Keuangan.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami kasus yang berkaitan dengan OTT yang dilakukan lembaga antirasuah itu.
"Benar, untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan tangkap tangan," kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kedua pihak tersebut diperlukan untuk mendukung proses penyidikan terkait dugaan pengaturan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Sebelumnya, KPK melakukan rangkaian operasi tangkap tangan pada 7 hingga 8 Juni 2026 dengan mengamankan 10 orang, masing masing lima orang di Jakarta dan lima lainnya di Sumatera Selatan.
Dalam OTT ke-12 sepanjang tahun 2026 itu, Bupati Muara Enim Edison termasuk di antara pihak yang diamankan.
Pada 9 Juni 2026, KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk periode anggaran 2025 hingga 2026.
Keempat tersangka tersebut adalah Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani, pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi, serta Adi Triyadi yang merupakan keponakan Edison.
Kemudian pada 10 Juni 2026, KPK kembali melakukan OTT lanjutan yang kali ini menjaring lima aparatur sipil negara dari lingkungan BPK RI, menjadikannya OTT ke-13 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026