News

Raffi Ahmad Bantah Keterlibatannya dalam Kasus Impor Blueray Cargo

Jakarta (KABARIN) - Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan impor barang yang menyeret nama perusahaan Blueray Cargo.

Dia menegaskan hanya pernah berfoto di depan toko tersebut saat berada di Amerika Serikat pada 2025.

"Nama saya dibawa-bawa dalam satu berita yang tidak enak. Dulu, saya sering dikaitkan dengan pencucian uang dan lain-lain, tapi saya santai karena tidak pernah terjadi. Sekarang, karena saya mendapat amanah sebagai Utusan Khusus Presiden, saya merasa perlu meluruskan hal yang tidak benar ini," kata Raffi dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis.

Dalam konferensi pers bersama kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea, Raffi menjelaskan pertemuannya dengan pihak Blueray terjadi secara tidak sengaja ketika ia mengunjungi sejumlah usaha milik warga Indonesia di New York setelah mengikuti Chicago Marathon pada Oktober 2025.

Saat itu, dia mengaku tengah mengunjungi restoran Awang Kitchen dan toko Indo Java untuk mendukung usaha warga Indonesia di Amerika Serikat. Namun ketika hendak meninggalkan lokasi tersebut, beberapa orang dari Blueray mengajaknya berfoto.

"Saat saya makan di Awang Kitchen dan Indo Java, banyak warga Indonesia yang mengajak foto. Ketika keluar dari lokasi, ada toko bernama Blueray. Mereka memanggil saya untuk berfoto," ujar Raffi.

Dia pun menuturkan pihak Blueray sempat menawarkan jasa pengiriman berbagai barang, termasuk telepon seluler. Namun, menurut dia, percakapan tersebut hanya berlangsung singkat dan sebatas basa-basi.

"Mereka sempat menawarkan untuk mengirimkan iPhone secara gratis. Saya bilang, tidak usah. Kalau gratis, saya tidak mau. Setelah itu, tidak ada pemesanan dan tidak ada komunikasi lagi," tutur Raffi.

Sementara itu, Hotman Paris mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan Raffi pernah melakukan pemesanan atau menerima barang dari Blueray.

"Dia tidak pernah pesan. Ini hanya basa-basi selebriti yang bertemu dengan orang yang meminta foto," ungkap Hotman.

Menurut Hotman, nama Raffi diduga muncul dalam perkara Blueray karena adanya percakapan internal perusahaan yang kemudian ditemukan dalam proses penyidikan.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan adanya nama artis dan utusan khusus presiden, Raffi Ahmad (RA), muncul dalam fakta persidangan yang melibatkan perusahaan jasa titipan Blueray Cargo.

Perusahaan itu terjerat dalam kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Menanggapi hal tersebut, Raffi menegaskan tidak pernah melakukan transaksi maupun menerima kiriman barang dari perusahaan itu dan meminta publik agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: