News

Jakarta Milenial Film Festival 2026 Bantu Perkuat Ekonomi Kreatif Jaktim

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) menilai Workshop Film Pendek Jakarta Milenial Film Festival 2026 dapat memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui pengembangan talenta muda di bidang perfilman.

"Kami terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif melalui pengembangan talenta muda di bidang perfilman. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Film Pendek Jakarta Milenial Film Festival 2026," kata Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan di Jakarta, Kamis.

Dia menyebutkan film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menyampaikan gagasan, membangun karakter, dan merekam dinamika kehidupan masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, kata dia, generasi muda memiliki peluang yang lebih luas untuk menghasilkan karya audio visual yang bernilai ekonomi sekaligus memiliki dampak sosial dan budaya

Menurut Eka, kemudahan akses terhadap teknologi produksi film saat ini membuka peluang bagi anak-anak muda untuk terlibat dalam industri kreatif tanpa harus menghadapi hambatan yang besar seperti pada masa lalu.

Selain itu, perangkat produksi yang semakin terjangkau, ditambah dengan berbagai platform digital untuk distribusi karya, menciptakan ruang baru bagi tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif dari kalangan generasi muda.

"Film merupakan salah satu media yang sangat efektif dalam menyampaikan gagasan, membangun karakter, serta merekam dinamika kehidupan masyarakat. Di era digital saat ini, generasi muda memiliki kesempatan yang semakin luas untuk berkarya melalui media audio visual," tutur Eka.

Lebih lanjut, dia menambahkan dukungan teknologi yang semakin mudah diakses harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu, dia berharap melalui workshop tersebut, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai produksi film, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan bercerita yang mengangkat nilai-nilai positif.

"Kemudian, keberagaman budaya, semangat kolaborasi, dan identitas masyarakat Jakarta yang dinamis dan berdaya saing," kata Eka.

Dari sisi ekonomi, sambung dia, kegiatan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem industri kreatif di Jakarta Timur. Industri perfilman dan konten digital saat ini menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus menunjukkan pertumbuhan, seiring meningkatnya konsumsi konten digital di berbagai platform.

Dia mengungkapkan kehadiran talenta-talenta baru dalam bidang perfilman dapat menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Kegiatan workshop yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Milenial Film Festival 2026 tersebut juga dipandang sebagai wadah pembinaan bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.

Selain keterampilan teknis, peserta didorong untuk memahami proses kreatif yang dapat menghasilkan karya berkualitas dan memiliki nilai jual.

Eka pun menilai Jakarta Timur memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat lahirnya kreator dan sineas muda.

Beragam cerita kehidupan masyarakat, kekayaan budaya lokal, serta perkembangan kawasan perkotaan merupakan sumber inspirasi yang dapat diangkat menjadi karya film yang menarik dan memiliki nilai ekonomi.

Maka dari itu, dia mengungkapkan engan semakin kuatnya ekosistem kreatif dan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, Jakarta Timur optimistis dapat melahirkan lebih banyak pelaku industri kreatif yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global, sekaligus menjadikan sektor perfilman sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: