Bogota (KABARIN) - Presiden Kolombia Gustavo Petro, Rabu (10/6), meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak mencampuri kampanye pemilihan umum (pemilu) presiden di negaranya, beberapa hari sebelum pemungutan suara.
Hal tersebut disampaikan Petro menganggapi dukungan Trump untuk calon presiden Kolombia dari sayap kanan Abelardo de la Espriella. De la Espriella merupakan kandidat yang memiliki kewarganegaraan ganda Kolombia dan AS.
Dia akan berhadapan dengan Ivan Cepeda dari koalisi Pakta Historis (Historic Pact) yang berkuasa dalam pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar pada 21 Juni mendatang.
Pada unggahan di X, Petro menuturkan bahwa undang-undang Kolombia melarang campur tangan asing dalam pemilu dan memperingatkan adanya upaya untuk memengaruhi opini publik melalui pendanaan asing atau kampanye disinformasi.
"Saya ingin memberi tahu Presiden Donald Trump bahwa Konstitusi Kolombia melarang dukungan asing dan dana dari luar negeri," tulis Petro, seraya menambahkan bahwa setiap upaya untuk memengaruhi pilihan pemilih dengan menggunakan sumber daya dari luar negeri merupakan tindakan ilegal.
Dia pun meminta Trump untuk tidak mencampuri kampanye di negaranya.
"Sebagai presiden Kolombia, saya meminta anda untuk tidak mencampuri kampanye yang akan diputuskan secara bebas oleh rakyat Kolombia, bukan oleh ada. Siapa pun yang menang akan tetap menjaga hubungan persahabatan yang telah terjalin lebih dari dua abad antara Kolombia dan AS," ujar Petro.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026