Istanbul (KABARIN) - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa serangan terbaru yang dilakukan Amerika Serikat telah membuat gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April 2026 menjadi tidak lagi bermakna.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis, Teheran mengecam keras serangan yang dilancarkan AS pada malam sebelumnya. Pemerintah Iran menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar yang diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Serangan ilegal dan kriminal yang dilakukan Amerika Serikat dalam beberapa jam terakhir tidak hanya merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB dan aturan-aturan mendasar hukum internasional mengenai penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara, tetapi juga secara efektif telah membuat gencatan senjata 8 April 2026 menjadi tidak bermakna," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Menurut Iran, serangan tersebut menunjukkan bahwa kesepakatan penghentian konflik yang sebelumnya diumumkan kini kehilangan substansinya. Karena itu, Teheran memperingatkan bahwa Washington harus bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang muncul akibat eskalasi terbaru ini.
Selain mengkritik Amerika Serikat, Iran juga menyoroti peran sejumlah negara di kawasan yang disebut telah memberikan akses wilayah atau fasilitas kepada militer AS untuk mempersiapkan dan melancarkan serangan.
Teheran menilai tindakan tersebut secara tidak langsung menempatkan negara-negara terkait di pihak yang melakukan agresi terhadap Iran.
Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa setiap negara di kawasan memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk memastikan wilayah, fasilitas, maupun sumber daya mereka tidak digunakan sebagai basis serangan terhadap negara lain, termasuk Iran.
Dalam pernyataan yang sama, Iran juga menegaskan akan terus menggunakan haknya untuk membela diri. Teheran menyebut pihaknya tetap bertekad menetralisasi sumber-sumber serangan yang dianggap mengancam keamanan nasional mereka.
Iran juga menyerukan kepada seluruh negara anggota PBB agar mengambil sikap tegas terhadap apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran Piagam PBB oleh Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Teheran, jika komunitas internasional memilih diam dan tidak mengambil tindakan, situasi tersebut berpotensi memperburuk ketidakstabilan dan ketidakamanan global.
Selain itu, Iran mendesak Dewan Keamanan PBB beserta negara-negara anggotanya untuk menjalankan peran dan tanggung jawab dalam menjaga perdamaian internasional.
Pemerintah Iran juga meminta Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, untuk menyampaikan secara jelas fakta-fakta terkait perkembangan situasi yang sedang berlangsung.
Teheran menilai bahwa pernyataan yang bersifat umum atau ambigu di tengah konflik yang terus berkembang hanya akan membuka peluang terjadinya pelanggaran hukum internasional yang lebih luas di masa mendatang.
Pernyataan terbaru dari Iran ini menjadi sinyal bahwa hubungan antara Teheran dan Washington kembali memasuki fase yang penuh ketegangan, meski sebelumnya kedua negara sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April lalu.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026