PBB (KABARIN) - Jumlah serangan pemukim Tepi Barat yang menyebabkan korban jiwa atau kerusakan harta benda hingga saat ini tahun ini telah melampaui 1.000, kata para petugas kemanusiaan PBB pada Kamis.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengungkapkan bahwa serangan pemukim telah memengaruhi lebih dari 230 komunitas di seluruh wilayah Tepi Barat.
"Lebih dari 2.200 warga Palestina mengungsi tahun ini akibat kekerasan yang dilakukan pemukim dan berbagai pembatasan akses lainnya, di samping ratusan orang lainnya yang mengungsi akibat penghancuran rumah oleh otoritas Israel," kata OCHA.
"Pekan lalu, serangan pemukim mengakibatkan lebih dari 30 warga Palestina terluka dan menimbulkan kerusakan luas terhadap properti, infrastruktur penting, serta mata pencaharian," tambahnya.
Kantor tersebut mengatakan laju serangan pemukim yang menimbulkan korban atau kerusakan properti saat ini, yang rata-rata mencapai enam insiden per hari, lebih tinggi daripada tahun mana pun yang pernah tercatat.
OCHA mengatakan mitra-mitranya terus mendukung masyarakat yang membutuhkan, terutama di Area C, Yerusalem Timur, dan area-area lainnya di mana otoritas Palestina tidak diizinkan memberikan layanan secara langsung.
Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) menyebutkan lebih dari 300.000 orang di seluruh Tepi Barat menerima bantuan pangan dan tunai pada Mei.
Kantor itu menuturkan mitra-mitra kesehatan mereka sedang membantu menyediakan layanan esensial melalui sebuah jaringan yang terdiri dari 870 titik layanan, termasuk 230 lokasi yang dijangkau oleh klinik keliling. Mereka memperingatkan beberapa fasilitas kesehatan di Tepi Barat harus mengurangi hari operasional dan jam kerja akibat kekurangan kapasitas operasional, obat-obatan, perlengkapan medis, dan bahan habis pakai, serta pembatasan akses yang diberlakukan oleh otoritas.
Di Gaza, Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan salah satu dari dua anggota kru ambulans yang ditahan pada Rabu (10/6) telah dibebaskan. Sementara itu, satu lainnya masih belum diketahui nasibnya.
OCHA mengatakan para mitra aksi ranjau mereka di Gaza melaporkan bahwa pada pekan pertama Juni, mereka melakukan 50 penilaian bahaya bahan peledak dan mendukung pembersihan puing-puing serta berbagai upaya kemanusiaan lainnya. Mereka juga meningkatkan kesadaran di kalangan anak-anak dan orang dewasa mengenai risiko yang terkait dengan bahan peledak dan cara menghindarinya.
Kantor tersebut menuturkan mitra-mitra mereka di bidang gizi melaporkan telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 77.000 anak berusia 6 hingga 59 bulan pada Mei. Lebih dari 4 persen di antaranya teridentifikasi mengalami malanutrisi akut dan dirujuk untuk mendapatkan perawatan.
Dari 53.000 lebih perempuan hamil dan menyusui yang diperiksa pada bulan tersebut, sedikit di atas 3 persen di antaranya dirujuk untuk mendapatkan perawatan. Selesai
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026