Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten pada Kamis (11/6). Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu penting, mulai dari kerja sama internasional, perkembangan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa, hingga situasi terkini di Selat Hormuz.
Kabar mengenai percakapan itu disampaikan melalui unggahan akun Instagram Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen (@dubes_belanda).
"Perdana Menteri Belanda Rob Jetten @minpres, dan Presiden Indonesia @prabowo melakukan percakapan telepon yang baik hari ini," tulis unggahan tersebut.
Dalam percakapan tersebut, Prabowo dan Jetten sepakat bahwa kerja sama internasional menjadi semakin penting di tengah dinamika global yang terus berkembang. Keduanya membahas bagaimana negara-negara dapat bekerja sama untuk menjaga keamanan dan kemakmuran kawasan maupun dunia.
Selain itu, perkembangan negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara Uni Eropa dan Indonesia juga menjadi salah satu topik utama yang dibahas. Kesepakatan ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan ekonomi serta membuka peluang perdagangan yang lebih luas bagi kedua pihak.
Tak hanya soal ekonomi, situasi di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia juga turut menjadi perhatian dalam pembicaraan tersebut.
Pemerintah Belanda menilai hubungan antara Indonesia dan Belanda terus berkembang positif meski dunia sedang menghadapi berbagai tantangan global.
"Tepat di dunia yang penuh gejolak ini, Indonesia dan Belanda bekerja sama untuk memperkuat hubungan," tulis unggahan itu.
Belanda juga menyoroti hubungan panjang yang telah terjalin dengan Indonesia. Kedua negara disebut memiliki ikatan budaya dan sejarah yang kuat serta terus menjalin kerja sama di berbagai sektor strategis seperti perdagangan, pengelolaan air, hingga pertanian berkelanjutan.
Menurut pemerintah Belanda, Indonesia dan Belanda juga memiliki kesamaan pandangan dalam menghadapi berbagai perubahan global yang terjadi dengan cepat.
"Dan negara-negara kami adalah mitra sevisi di dunia yang berubah dengan cepat," sebagaimana unggahan tersebut.
Hubungan erat kedua negara sebelumnya juga terlihat saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi ke Belanda pada September tahun lalu.
Dalam lawatan tersebut, Prabowo diterima langsung oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch.
Saat itu, mereka membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Belanda. Pertemuan tersebut juga berlangsung hangat karena Prabowo dan Raja Willem-Alexander sama-sama memiliki latar belakang militer.
Komunikasi terbaru antara Prabowo dan PM Rob Jetten menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus mempererat hubungan sekaligus memperluas kerja sama di berbagai bidang pada masa mendatang.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026