Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengukuhkan 16 anggota Akademi Jakarta periode 2026–2031 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa.
Ia berharap para anggota Akademi Jakarta dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam merumuskan arah kebudayaan menjelang 500 tahun Jakarta pada 2027, sekaligus mendukung transformasi ibu kota menjadi kota global.
“Dalam transformasi menuju kota global, budaya tidak boleh hanya menjadi pelengkap pembangunan. Budaya harus menjadi identitas, karakter, dan kekuatan yang membedakan Jakarta dari kota-kota besar lain di dunia,” kata Pramono.
Ia menegaskan Pemprov DKI berkomitmen membuka ruang seluas-luasnya bagi seniman, komunitas, dan masyarakat untuk berekspresi. Pembenahan tata kelola fasilitas seni seperti Taman Ismail Marzuki juga menjadi perhatian agar ruang kebudayaan lebih inklusif dan mudah diakses publik.
“Jakarta ingin membuka ruang yang lebih luas bagi budaya, seni, dan ekspresi masyarakat. Karena itu pembenahan dan pengelolaan panggung utama seperti Taman Ismail Marzuki menjadi penting untuk membentuk wajah seni dan budaya Jakarta ke depan,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov DKI juga mendorong penguatan ekosistem budaya melalui pembukaan kembali Planetarium Jakarta, peningkatan fasilitas Taman Ismail Marzuki, serta insentif keringanan pajak 50 persen bagi produksi film.
Pramono menekankan pentingnya menjadikan Jakarta sebagai kota yang terbuka terhadap keberagaman budaya. Hal itu tercermin dalam berbagai perayaan keagamaan dan budaya di ruang publik, mulai dari Natal, Imlek, Waisak, Nyepi, hingga Idul Fitri.
“Ruang-ruang seperti itulah yang harus kita jaga bersama. Mudah-mudahan Jakarta semakin penuh warna,” ucapnya.
Akademi Jakarta sendiri merupakan lembaga kebudayaan yang menghimpun seniman, budayawan, dan cendekiawan untuk memberi masukan bagi pengembangan seni dan budaya di ibu kota.
Salah satu anggotanya, N Syamsuddin Ch. Haesy, menilai seni dan budaya perlu diposisikan sebagai kekuatan ekonomi, bukan sekadar sektor yang membutuhkan pembiayaan.
Ia menyebut ada tiga hal penting, yakni peningkatan atraksi seni dan budaya, pengembangan kreativitas dan inovasi, serta menjadikan seni sebagai aktivitas ekonomi yang memberi nilai tambah.
Berikut 16 anggota Akademi Jakarta yang dikukuhkan oleh Pramono pada Selasa:
1. Afrizal Malna
2. Alia swastika
3. Armantono
4. Bambang Harymurti
5. Candra Darusman
6. Dewi Noviami
7. I Sandyawan Sumardi
8. Dwinita Larasati
9. JJ Rizal
10. Kamala Chandrakirana
11. Karlina Supelli
12. N. Syamsuddin Ch Haesy
13. R. Ay. Siti N. Kusumastuti
14. Seno Gumira Ajidarma
15. Tisna Sanjaya
16. Zeffry Alkatiri
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026