Sport

Paraguay Siap Balas Luka Lama, Jerman Bidik Tiket 16 Besar

Jerman yang sudah empat kali menjuarai Piala Dunia lebih dijagokan memenangkan laga ini, guna kemudian bertemu dengan Prancis atau Swedia pada babak 16 besar

Jakarta (KABARIN) - Pertandingan ketiga dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026, yang mempertemukan Jerman dan Paraguay di Boston Stadium, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6) pukul 03.00 WIB ini adalah ulangan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Babak 16 besar Piala Dunia 2002 setara dengan babak 32 besar edisi 2026, karena sama-sama menjadi putaran pertama dari fase knockout.

Pada 24 tahun silam itu Die Mannschaft untuk pertama kali bertemu dengan La Albirroja, langsung dalam turnamen sepenting Piala Dunia, di babak gugur pula.

Laga itu dilangsungkan di Stadion Piala Dunia Jeju di kota Seogwipo, Korea Selatan, pada 15 Juni 2002.

Pertandingan itu panas luar dalam, sampai wasit harus mengeluarkan lima kartu kuning, yang tiga di antaranya untuk Jerman.

Puncaknya, Roberto Acuna diganjar kartu merah dua menit setelah waktu normal usai. Laga ini bisa berakhir seri dan bisa berakhir dengan adu penalti, kalau bukan karena gol menit ke-88 yang dicetak Oliver Neuville.

Tindak lanjut dari laga itu Paraguay terpaksa pulang kampung lebih dulu, sedangkan Jerman melanjutkan perjalanan hingga final untuk dihentikan oleh Brasil, yang kemudian juara tapi sejak itu belum pernah lagi menjuarai Piala Dunia.

Setahun kemudian, Jerman dan Paraguay bertemu lagi dalam laga persahabatan, dalam atmosfer yang tidak panas seperti saat Piala Dunia 2002. Dalam laga ini, kedua tim imbang 3-3.

Kini, dalam Piala Dunia 2026, kedua tim bertemu untuk ketiga kalinya, dalam panggung yang bisa sepanas 24 tahun lalu, mengingat mereka hanya memiliki dua pilihan, kalah atau menang, seperti terjadi pada Piala Dunia 2002.

Tapi mungkin itu hanya bagi Paraguay yang akan masih terbakar memori 2002, karena Jerman yang diarsiteki pelatih termuda Piala Dunia 2026, Julian Nagelsmann, terlihat lebih ingin melangkah wajar dan rasional, agar Die Mannschaft tidak tumbang secara dini.

Jerman baru saja menghentikan tren buruk dalam dua Piala Dunia terakhir ketika mereka hanya berlaga di fase grup.

Tapi Nagelsmann tak ingin sekadar lolos ke fase knockout.

Dia ingin Jerman cermat melangkah agar bisa mengulang prestasi 12 tahun silam di Brasil ketika terakhir kali negeri itu juara dunia dan menjadi tim Eropa pertama yang menjuarai Piala Dunia di benua Amerika.

Faktor Joshua Kimmich

Nagelsmann adalah pelatih yang penuh perhitungan dan memanfaatkan data semaksimal mungkin untuk membuat timnya bertambah kuat, walau dalam fase grup, grafik permainan skuadnya terkotori oleh hasil buruk 1-2 melawan Ekuador.

Namun dalam laga itu, Jerman konsisten menjadi tim yang mendominasi lapangan, sama dengan saat mencukur Curacao 7-1 dan mengalahkan Pantai Gading 2-1.

Meski calon lawannya itu kalah dari Ekuador, Paraguay tak boleh terkecoh karena Jerman tetap berbahaya.

Sejauh ini mereka telah membuat total 53 peluang yang 22 di antaranya tepat sasaran, sementara Paraguay "hanya" mengkreasi 27 peluang yang 9 di antaranya on target.

Jerman juga 37 kali membuat ancaman di dalam kotak penalti lawan, ketika Paraguay hanya bisa 14 kali melakukannya.

Tapi harus diingat, Paraguay sedikit lebih tangguh dalam menjaga gawang, karena hanya kebobolan tiga kali, sedangkan Jerman empat kali.

Meskipun demikian, Die Mannschaft tetap tim yang lebih agresif. Mereka melakukan penetrasi ke sepertiga terakhirnya sebanyak 218 kali. Angka Paraguay pada aspek ini adalah 158.

Pemain-pemain Panser aktif membuka ruang di semua sektor sehingga bisa mengalirkan bola dari dan ke sisi mana pun, dengan frekuensi yang sama tinggi.

Jika pemain-pemain Paraguay mengirimkan total 1.403 umpan yang 1.218 di antaranya akurat, maka Jerman melepaskan total 1.887 umpan yang 1.684 di antaranya akurat.

Bek tengah Jonathan Tah adalah pemain Jerman yang paling sering melepaskan umpan, sebanyak 257 umpan, atau tiga kali lebih banyak dari yang dilakukan bek tengah Omar Alderete yang menjadi pemain Paraguay terbanyak mengirimkan umpan.

Tentu saja bukan pemain-pemain ini saja yang mesti mendapatkan perhatian ekstra kedua tim.

Paraguay justru harus mengendalikan Deniz Undav yang sudah mencetak 4 gol dan Kai Havertz yang membuat 8 peluang.

La Albirroja juga dituntut mengawai pergerakan dua bek sayap Jerman, David Raum dan Joshua Kimmich, yang aktif merancang serangan dari sayap.

Selain sudah membuat dua assist, Kimmich juga pemain Jerman yang paling efektif dalam manuver lini ke lini, sedangkan Raum melepaskan 14 umpan silang yang sejauh ini terbanyak di Jerman.


Faktor Julio Enciso

Sebaliknya, Jerman mesti ekstra waspada terhadap gelandang serang Julio Enciso yang sudah membuat 5 peluang, 2 assist, 35 kali menerima umpan dan 80 kali membuka ruang aman untuk menerima umpan.

Masih ada gelandang Andres Cubas, yang frekuensi pressing-nya tertinggi di Paraguay, dan lebih tinggi dari pada 102 kali yang dilakukan winger Florian Wirtz.

Cubas juga bisa menjadi petunjuk bahwa laga melawan Jerman bisa sangat fisikal, bahkan keras, terutama jika Paraguay menjadi sangat tersudut seperti saat melawan Amerika Serikat.

Dalam laga melawan AS itu, lima pemain Paraguay terkena kartu kuning, termasuk Miguel Almiron yang lalu mendapatkan kartu merah saat melawan Turki, dan Diego Gomes, yang kembali mendapatkan kartu kuning kala menghadapi Australia.

Gomes dipastikan tak akan turun bermain akibat akumulasi kartu kuning.

Sedangkan Almiron sudah bisa bermain lagi, untuk memberi ancaman di sayap kiri pertahanan Jerman.

Dengan pengalamannya, Almiron bisa membuat Paraguay menjadi tim yang menyulitkan Jerman, seperti Ekuador, yang sama-sama tim Amerika Selatan.

Dalam jumpa pers sehari sebelum pertandingan, Nagelsman mengakui tim asuhan Gustavo Alfaro itu memiliki pertahanan yang kuat dan solid serta kuat secara fisik, yang bisa menyulitkan Jerman.

Tapi dia yakin, kesabaran dan determinasi akan membuat Jerman tak mengulang hasil buruk dari Ekuador.

Jerman juga bisa berpegang pada statistik empat babak knockout Piala Dunia yang pernah diikuti Paraguay.

Tim Amerika Latin itu selalu kalah dari tim-tim Eropa yang dihadapinya dalam babak itu.

Tak heran, dengan semua data dan riwayat yang ada, Jerman yang sudah empat kali menjuarai Piala Dunia lebih dijagokan memenangkan laga ini, guna kemudian bertemu dengan Prancis atau Swedia pada babak 16 besar.

Copyright © KABARIN 2026
TAG: