Sport

Hugo Broos Kecewa Afsel Tersingkir, Tetap Bangga Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Los Angeles (KABARIN) - Pelatih tim nasional Afrika Selatan Hugo Broos mengaku kecewa setelah timnya tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Meski demikian, ia tetap bangga karena Bafana Bafana mampu mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.

Perjalanan Afrika Selatan di turnamen tersebut berakhir setelah kalah 0-1 dari Kanada di Los Angeles Stadium. Gol kemenangan Kanada dicetak gelandang Stephen Eustaquio pada masa tambahan waktu.

"Ini pertandingan yang sulit, tetapi saya sudah tahu karena saya telah menganalisis lawan. Mereka memiliki kekuatan dan kecepatan. Kami berharap menemukan cara untuk menghadapinya, tetapi kenyataannya tidak selalu demikian," ujar Broos dalam konferensi pers usai pertandingan.

Pelatih berusia 74 tahun 79 hari itu juga mencatatkan rekor sebagai pelatih tertua yang memimpin sebuah tim pada pertandingan fase gugur Piala Dunia FIFA.

Menurut Broos, timnya masih memiliki kekurangan dalam aspek fisik, terutama kekuatan dan kecepatan saat menghadapi lawan.

"Anda bisa melihat beberapa situasi dalam pertandingan di mana kami tidak mampu mengimbangi, dan dalam duel satu lawan satu, kami terkadang kalah, atau hampir selalu kalah. Kami harus meningkatkan kekuatan dan kecepatan di Afsel," katanya.

Meski gagal melaju lebih jauh, Broos menegaskan tidak memiliki keluhan terhadap mentalitas para pemainnya dan menilai pencapaian tim di Piala Dunia layak diapresiasi.

"Saya tidak memiliki keluhan apa pun mengenai mentalitas, tetapi saya rasa kami bisa mengenang turnamen ini dengan kebahagiaan karena kami berhasil mencapai babak 32 besar. Saya rasa tidak ada yang berekspektasi begitu sebelum turnamen dimulai," ujarnya.

Afrika Selatan mengawali turnamen dengan kekalahan 0-2 dari tuan rumah Meksiko, kemudian bermain imbang 1-1 melawan Ceko, sebelum mengalahkan Korea Selatan 1-0 untuk finis sebagai runner-up Grup A dan memastikan tiket ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Broos mengakui kekalahan dari Kanada masih menyisakan kekecewaan bagi seluruh tim.

"Saat ini rasanya menyakitkan karena kami ingin menang hari ini. Kekalahan ini mengecewakan, dan suasana di ruang ganti sekarang sangat sunyi," ujar Broos.

"Namun, di sisi lain, kami harus jujur. Kami tampil sangat baik di Piala Dunia pertama kami dalam 16 tahun. Kami berhasil lolos ke babak 32 besar."

Pewarta: Xinhua
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: