Boston, AS (KABARIN) - Para pemain dan pelatih Paraguay menegaskan bahwa keyakinan, persiapan matang, serta tekad kuat menjadi faktor utama keberhasilan mereka menyingkirkan Jerman dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA, Senin (29/6).
Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen setelah Paraguay menaklukkan juara empat kali itu lewat adu penalti.
Paraguay memastikan tiket 16 besar setelah menang 4-3 dalam drama adu penalti, usai bermain imbang 1-1 selama waktu normal. Kemenangan ini sekaligus memutus rekor tak terkalahkan Jerman dalam adu penalti di Piala Dunia.
Pelatih Paraguay Gustavo Alfaro memberikan apresiasi tinggi terhadap mental dan perjuangan anak asuhnya setelah kemenangan bersejarah tersebut.
"Saya memiliki 26 prajurit sebelum pertandingan, dan mereka menjadi legenda setelah (pertandingan)," kata Alfaro. "Mungkin kami akan tersingkir di babak selanjutnya, mungkin juga tidak. Kita lihat saja nanti. Namun, pertandingan ini benar-benar epik."
Pelatih asal Argentina itu juga menyoroti perbedaan latar belakang kedua tim yang bertanding.
"Lawan kami dibina di akademi-akademi (sepak bola) terbaik di Eropa. Kami berasal dari tanah merah," katanya.
"Kami belajar bermain sepak bola tanpa alas kaki, sementara para orang tua berkorban agar anak-anak mereka dapat mengejar mimpi. Dari situlah kami berasal."
Kiper Paraguay Orlando Gill tampil sebagai pahlawan setelah menggagalkan dua eksekusi penalti lawan dan dinobatkan sebagai Player of the Match. Ia menyebut keberhasilannya tak lepas dari persiapan detail sebelum laga.
"Saya menganalisis setiap pemain, setiap aspek, setiap detail. Saya berhasil menggagalkan dua tendangan penalti, dan itu terbukti menentukan bagi kualifikasi kami," tuturnya.
Meski menang, Gill mengakui Jerman memberikan tekanan besar sepanjang pertandingan.
"Rasanya seperti film horor. Para pemain Jerman terus bermunculan di mana-mana," imbuhnya.
Sementara itu, pencetak gol Paraguay Julio Enciso menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi nama besar Jerman.
"Kami menghormati mereka karena mereka memiliki pemain-pemain yang sangat bagus, tetapi kami tidak takut kepada siapa pun," ujarnya.
Paraguay selanjutnya akan menghadapi pemenang laga babak 32 besar antara Prancis dan Swedia untuk memperebutkan tiket perempat final. Enciso menegaskan timnya tetap akan bermain dengan gaya mereka sendiri.
"Mereka memiliki pemain-pemain kelas dunia. Tidak perlu menyebutkan nama mereka karena mereka semua adalah bintang," katanya.
"Namun, kami juga memiliki kekuatan kami sendiri, dan dengan gaya permainan kami, kami akan berusaha menyulitkan siapa pun yang menjadi lawan kami."
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026