Untuk Pride, sampai dengan saat ini kami sedang berproses untuk perizinannya
Jakarta (KABARIN) - Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan, pihaknya masih mengurus perizinan agar kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride bisa melintasi Selat Hormuz.
“Untuk Pride, sampai dengan saat ini kami sedang berproses untuk perizinannya,” ujar Baron ketika dijumpai di sela acara Kick Off dan Coaching Clinic Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 di Jakarta, Kamis.
Saat ini, tutur dia melanjutkan, karena Selat Hormuz kembali memanas, pelaksanaan kargo dari VLCC Pertamina Pride masih tertunda.
“Kami mohon doanya agar situasi bisa mereda dan kapal tersebut bisa melintas,” kata Baron.
Setelah melintasi Selat Hormuz, Baron menyampaikan pasokan energi yang dibawa oleh VLCC Pertamina Pride ditujukan untuk memasok Kilang Cilacap, Jawa Tengah.
“Nanti apabila sudah melintas, itu adalah untuk di Cilacap. Kilang Cilacap,” ujar Baron.
Dalam kesempatan tersebut, Baron kembali menyampaikan bahwa Kapal Pertamina Gamsunoro telah melintasi Selat Hormuz, setelah terjebak di kawasan tersebut sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Keberhasilan tersebut, kata Baron, merupakan buah dari koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementerian Luar Negeri.
PT Pertamina International Shipping (PIS) sebelumnya melaporkan, Kapal Gamsunoro yang menempuh perjalanan selama 16 jam mulai beranjak dari Teluk Arab, Rabu (24/6), mulai pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB.
Kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB. Lalu empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi selat dan mencapai titik aman.
Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz pun dinilai menjadi bagian dari upaya PIS menjaga operasional pelayaran di tengah ketidakpastian geopolitik global, khususnya di salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026