Teheran (KABARIN) - Pemerintah Iran menyatakan lebih dari 100 negara akan mengirimkan perwakilan untuk menghadiri rangkaian prosesi penghormatan dan pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan para tamu yang hadir berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari kepala negara, ketua parlemen, menteri luar negeri, utusan khusus pemerintah, hingga tokoh masyarakat dari berbagai negara.
Baghaei menyebut prosesi tersebut menjadi momen penting dalam sejarah Iran dan memiliki makna besar bagi masyarakat setempat.
Rangkaian acara dijadwalkan dimulai di Teheran pada Jumat pagi waktu setempat dengan dihadiri masyarakat dan sejumlah tokoh nasional. Pada sore harinya, para pejabat tinggi serta pemimpin politik dari berbagai negara dijadwalkan bergabung dalam acara penghormatan.
Sebelumnya, Wakil Menteri Dalam Negeri Iran sekaligus Kepala Panitia Penyelenggara Pemakaman Ali Akbar Pourjamshidian menjelaskan prosesi perpisahan akan berlanjut di aula salat Mosalla Imam Khomeini, Teheran, pada Sabtu dan Minggu.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan berlangsung pada Senin pekan depan. Otoritas Iran memperkirakan prosesi itu akan dihadiri massa dalam jumlah besar, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Setelah itu, upacara penghormatan akan digelar di Kota Qom pada Selasa. Sehari berikutnya, jenazah akan dibawa ke Irak untuk mengikuti rangkaian acara selanjutnya sebelum dimakamkan di Kota Mashhad, Iran timur laut, pada Kamis.
Untuk mendukung kelancaran seluruh agenda tersebut, pemerintah Iran menutup berbagai layanan publik di Teheran mulai Sabtu hingga Selasa. Pemerintah juga menetapkan Kamis sebagai hari berkabung nasional.
Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari. Setelah itu, putranya, Mojtaba Khamenei, ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru pada Maret.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026