News

PBB: Pentingnya Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan AS-Iran

Hamilton, Kanada (KABARIN) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, termasuk rencana Washington mengenakan tarif 20 persen bagi kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis tersebut.

Juru Bicara Sekretariat PBB Stephane Dujarric mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tetap berpegang pada sikap yang konsisten terkait kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

"Dia ingin melihat kebebasan navigasi di Selat Hormuz," kata Dujarric dalam konferensi pers, Senin (13/7).

Dujarric menyampaikan Guterres memahami adanya pandangan bahwa setiap negara anggota dapat menetapkan tarif terhadap kargo yang melintasi selat tersebut. Namun, PBB tetap menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di kawasan itu.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah memanasnya kembali hubungan AS dan Iran menyusul aksi saling serang yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahnya akan kembali memberlakukan blokade terhadap Iran. Ia juga menyatakan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz akan dikenakan biaya sebagai kompensasi atas jaminan keamanan yang diberikan AS.

Dalam kesempatan yang sama, Dujarric mengungkapkan bahwa pejabat yang memimpin Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jean Arnault, telah melakukan kunjungan perdana ke Iran dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Menurut Dujarric, Arnault memaparkan berbagai upaya PBB dalam mendukung implementasi Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB, sekaligus menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut.

Arnault juga meminta pandangan pemerintah Iran mengenai perkembangan situasi di Lebanon serta bentuk dukungan yang dapat diberikan negara-negara di kawasan untuk mewujudkan perdamaian, menjaga kedaulatan, dan mempertahankan keutuhan wilayah Lebanon.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: